RI Manfaatkan US$ 3,4 M Dana JETP Garap Proyek Hijau, Ini Daftarnya

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia memastikan, proyek hijau alias green economy terus melangkah di Indonesia dengan support biaya dari beragam negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kerja kerja sama pembiayaan antara negara maju dan negara berkembang melalui Just Energy Transition Partnership (JETP) bisa membiayai bermacam proyek di tanah air.

Ia mengatakan, dari total komitmen dana JETP senilai US$ 21,4 miliar, telah terealisasi US$ 3,4 miliar untuk pengerjaan beragam proyek, seperti geotermal di Muara Labuh di Sumatera Barat dan Waste to Energy di Jawa Barat.

"Proyek geotermal di Muara Labuh di Sumatera Barat. Kemudian juga Waste to Energy di Jawa Barat," ujar Airlangga dalam program Economic Update 2026 CNBC Indonesia, dikutip Selasa (30/6/2026).

JETP menjadi bagian krusial dari proyek renewable energy, utamanya dengan masuknya sasaran 70 gigawatt daya bersih dalam rencana pengembangan pembangkit hingga 2034.

Adapun total komitmen pendanaan proyek hijau di Indonesia melalui JETP di antaranya berasal dari International Partners Group (IPG) sebesar US$11 miliar dan senilai US$10 miliar dari Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ).

"Ini menunjukkan kuatnya kepercayaan internasional terhadap proyek-proyek renewable di Indonesia," ujar Airlangga.

Komitmen US$21,4 miliar Airlangga sebut menjadi opportunity untuk mempercepat proyek-proyek transformasi daya di Indonesia.

"Jadi ini adalah sebuah proyek komitmen nan besar dan oleh lantaran itu dengan kesiapan biaya sebesar US$21,4 miliar adalah sebuah biaya nan besar dan itu tergantung kepada Indonesia dan lintas kementerian untuk mengakselerasikan," ujarnya.

Airlangga menyebut hingga November 2025, Indonesia telah sukses memobilisasi US$3,1 miliar melalui skema JETP, sementara US$5,5 miliar lainnya sedang dalam proses negosiasi untuk proyek-proyek konkret.

Ada sejumlah negara mitra juga memberikan support teknis berupa studi dan kerangka implementasi.

"Inggris, Irlandia juga menyampaikan studi mengenai Just Framework nan sudah memberikan langkah-langkah implementatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dan inklusivitas dalam transisi energi," imbuhnya.

Adapun sejumlah proyek nan sedang dan bakal dijalankan melalui skema pendanaan JETP, antara lain Green Energy Corridor Sulawesi (GECS), program dedieselisasi, proyek geothermal di Sumatra, serta proyek Waste to Energy.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya