RI Mulai Kembangkan PLTS 100 Giga Watt, Segini Harga Listriknya

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi memulai pengembangan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Giga Watt peak (GWp). Kelak, nilai listrik dari pembangkit mentari itu di kisaran 5-6 sen dolar AS per kWh.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa nomor tersebut merupakan biaya untuk produksi listrik dari panel surya, sementara biaya tambahan bakal muncul tergantung pada kebutuhan kapabilitas penyimpanan energi.

"Dan untuk PLTS-nya saja nan sekarang kita resmikan itu nilainya itu kurang lebih sekitar 5 sampai 6 sen. Namun itu belum termasuk baterai. Nah baterainya itu ditambah lagi," ujarnya dalam laporannya, dalam peresmian program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, dikutip Rabu (26/8/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa penentuan nilai final nantinya bakal dipengaruhi oleh lama penggunaan baterai untuk menjaga stabilitas jaringan listrik alias base load. Pihaknya terus memperhitungkan agar integrasi antara pembangkit surya dan sistem baterai tetap mempunyai nilai keekonomian nan kompetitif bagi developer maupun konsumen.

"Nah baterainya tergantung mau 4 jam mau 24 jam itu harganya bakal mengikuti tentang lama daripada pemakaian baterai itu. Ini betul Pak Dirut PLN ya? Jangan sampai salah-salah kita di depan Presiden ini soalnya," jelasnya.

Megaproyek tersebut diproyeksikan memerlukan total investasi mencapai US$ 73 miliar alias setara Rp 1.140 triliun lebih. Pembangunannya bakal dilakukan setidaknya kurang dari tiga tahun ke depan.

Proyek tersebut diharapkan bisa memangkas beban subsidi daya negara hingga Rp 73,9 triliun per tahun serta menyerap 5,52 juta tenaga kerja.

"Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun 73,9 triliun rupiah. Bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja," paparnya.

Di samping itu, Bahlil melaporkan bahwa unik di wilayah Bali, pembangunan PLTS tersebut bakal menggantikan peran pembangkit listrik tenaga diesel nan selama ini digunakan. Hal itu dinilai sangat krusial untuk mendukung gambaran Bali sebagai lokasi wisata internasional nan mengedepankan daya hijau.

"Khusus untuk Bali dengan kita memakai 1.000 Mega Watt itu bisa melakukan efisiensi 0,6 juta kiloliter solar nan dilakukan oleh PLN. Selama ini rupanya Bali ini tetap pakai PLTD. Jadi tidak heran kemudian jika ini kita lakukan di Bali Pak lantaran kampanyenya adalah green energy," ungkapnya.

Program itu juga mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan pulau terpencil melalui skema productive use of energy. Di beberapa lokasi, PLTS bakal diintegrasikan dengan akomodasi cold storage, mesin kreator es, hingga pengisian daya kapal listrik bagi para nelayan setempat.

"Jika mataharinya mentari Indonesia, panel suryanya dibuat oleh jerih payah rakyat Indonesia dan baterai listriknya dihasilkan dari keringat tenaga kerja Indonesia maka daya surya ini adalah daya Indonesia, daya Ibu Pertiwi," tandasnya.

Berdasarkan info Kementerian ESDM, pembangunan tahap awal difokuskan pada 14 proyek pertama dengan total kapabilitas 5.216 Mega Watt peak (MWp) nan tersebar di beragam wilayah. Berikut adalah daftar proyek strategis PLTS nan masuk dalam tahap tender dan konstruksi:

Proyek Siap Tender:

  • PLTS Terapung Jatiluhur (Jawa Barat): 1.688 MWp
  • PLTS Terapung Cirata (Jawa Barat): 1.250 MWp
  • PLTS Terapung Jatigede (Jawa Barat): 636 MWp
  • PLTS+BESS Klaster Madura (Jawa Timur): 605 MWp
  • PLTS Bali (Gilimanuk): 300 MWp
  • PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta (Jawa Barat): 69 MWp

Proyek Konstruksi & Groundbreaking:

  • PLTS Banyuwangi (Jawa Timur): 130,2 MWp (Groundbreaking)
  • PLTS Pasuruan (Jawa Timur): 132 MWp (Groundbreaking)
  • PLTS Terapung Gajah Mungkur (Jawa Tengah): 134,2 MWp (Groundbreaking)
  • PLTS Terapung Karangkates (Jawa Timur): 133 MWp (Konstruksi 56,54%)
  • PLTS Terapung Saguling (Jawa Barat): 92 MWp (Konstruksi 44,4%)
  • PLTS Tembesi (Batam): 46 MWp (Konstruksi 65%)
  • PLTS Desa Sembur (Batam): 0,92 MWp
  • PLTS Pulau Rengit: 0,078 MWp

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya