Momen roket Long March 3B tersambar petir saat meluncur ke luar angkasa pada 23 Juli 2026 lalu.(Doc SWNS)
PELUNCURAN roket Long March 3B dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, Tiongkok, pada 23 Juli 2026 lampau diwarnai momen mengejutkan saat badan roket dihantam sambaran petir sekitar 30 detik setelah meluncur. Momen langka nan mengejutkan saksi mata tersebut sukses diabadikan oleh ahli foto Zhou Quan.
Kendati mengalami guncangan aliran listrik langsung di udara, roket tidak mengalami penyimpangan rute sama sekali. Dilansir dari Futura, China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) mengonfirmasi bahwa muatan utama berupa satelit relai Tianlian-2-06 sukses ditempatkan pada orbit transfer nan dituju.
Pihak otoritas menyatakan misi tersebut sukses besar, tanpa menyebut kejadian sambaran petir dalam pernyataan resminya. Satelit baru ini difungsikan untuk memperluas jangkauan komunikasi Stasiun Luar Angkasa Tiangong, utamanya dalam mendukung pengiriman info telemetri pada misi berawak Shenzhou maupun penerbangan kargo Tianzhou.
Secara teknis, keahlian roket memperkuat dari sambaran listrik ekstrem bukanlah sebuah kebetulan semata. Walau tim peluncuran selalu berupaya memilih cuaca cerah untuk menghindari aktivitas listrik di atmosfer, setiap roket orbital pada dasarnya telah dilengkapi sistem perlindungan terintegrasi.
Para insinyur merancang lapisan logam luar roket agar bekerja menyerupai Sangkar Faraday. Sistem ini bekerja mengalirkan arus listrik hanya di sepanjang cangkang luar wahana, sehingga sistem pemandu internal dan perangkat elektronik sensitif di dalamnya tetap kondusif dari kerusakan. Prinsip ini serupa dengan pelindung nan diterapkan pada pesawat komersial saat menembus awan badai.
Skenario roket nan tersambar petir saat lepas landas sebenarnya tergolong kejadian nan sangat jarang terjadi dalam sejarah penjelajahan antariksa.
Salah satu kejadian paling terkenal terjadi pada November 1969, ketika roket Saturn V milik NASA dihantam petir dua kali secara beruntun saat peluncuran misi Apollo 12. Meski sempat mematikan sistem telemetri utama secara mendadak, pengendali penerbangan sukses memulihkan perangkat tepat waktu sehingga misi ke Bulan tetap berlanjut.
Namun, tidak semua nasib peluncuran berujung beruntung. Pada tahun 1987, roket Atlas-Centaur mengalami kegagalan komputer akibat sambaran petir nan berujung pada hancurnya wahana di udara, sebuah tragedi nan mendorong NASA merumuskan standar ketat pemantauan cuaca peluncuran hingga saat ini.
Keberhasilan Long March 3B nan telah mengudara sekitar 120 kali sejak 1996 menyejajarkannya dengan roket Soyuz milik Rusia nan juga selamat dari sambaran petir pada 2019, sekaligus membuktikan ketahanan teknologi antariksa modern dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Sumber: Futura









English (US) ·
Indonesian (ID) ·