Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah, Pasar Tunggu Hasil RDG BI

1 jam yang lalu 2
Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah, Pasar Tunggu Hasil RDG BI ilustrasi(Antara)

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi. Berdasarkan info pasar, Rupiah bergerak naik 2 poin alias 0,01% ke level Rp17.860 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan sebelumnya di level Rp17.862 per dolar AS.

Meski dibuka di area hijau, pergerakan Rupiah sepanjang hari ini diprediksi bakal dibayangi oleh sikap hati-hati pelaku pasar. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memperkirakan Rupiah berpotensi berbalik melemah seiring dengan penantian pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) nan bakal diumumkan siang ini.

Proyeksi Pergerakan dan Sentimen RDG BI

Rully memproyeksikan Rupiah bakal bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.900 per dolar AS. Fokus utama pasar tertuju pada keputusan suku kembang referensi alias BI-Rate. Rully memperkirakan Bank Indonesia tetap bakal menahan suku kembang di level 5,75%, namun otoritas moneter diprediksi bakal lebih aktif melakukan intervensi di pasar kurs asing (valas) dan obligasi.

Senada dengan perihal tersebut, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman, serta Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) juga memprediksi BI bakal mempertahankan suku kembang di level 5,75%.

Beberapa aspek nan mendukung kebijakan penahanan suku kembang ini antara lain:

  • Laju inflasi domestik nan sudah terkendali di bawah 3%.
  • Perbaikan aliran modal asing (capital inflow) nan mendukung stabilitas nilai tukar.
  • Meredanya tekanan eksternal akibat tensi geopolitik di Timur Tengah nan relatif terkendali.
  • Menurunnya ekspektasi kenaikan suku kembang The Fed menyusul tanda-tanda pelemahan info tenaga kerja dan sektor riil di Amerika Serikat (AS).

Tekanan dari Yield Obligasi AS

Di sisi lain, sentimen dunia tetap memberikan tekanan bagi Rupiah. Kenaikan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor jangka panjang menjadi perhatian serius. Yield tenor 30 tahun dilaporkan sempat menyentuh 5,34 persen, sementara tenor 10 tahun berada di level 4,75 persen. Selain itu, nilai minyak bumi nan tetap memperkuat di level tinggi turut membatasi ruang penguatan Rupiah lebih lanjut.

Indikator Posisi/Proyeksi
Kurs Pembukaan (Rabu) Rp17.860 per Dolar AS
Perubahan +2 Poin (+0,01%)
Range Proyeksi Hari Ini Rp17.850 - Rp17.900
Estimasi BI-Rate Tetap di 5,75%
Yield US Treasury 10Y 4,75%

Pelaku pasar sekarang menantikan pernyataan resmi Bank Indonesia mengenai arah kebijakan moneter ke depan guna menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar finansial global. (Ant/E-3)

Selengkapnya