Serangan rudal balistik Rusia mengguncang Kyiv dan Zaporizhzhia, melukai puluhan warga. Presiden Zelensky sebut Rusia siap kerahkan pasukan Korea Utara.(Media Sosial X)
IBU kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah Zaporizhzhia kembali menjadi sasaran serangan rudal balistik Rusia pada Selasa awal hari waktu setempat. Rentetan ledakan keras mengguncang sejumlah titik dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta luka-luka.
Di Kyiv, sejumlah ledakan terdengar tak lama setelah sirine tanda ancaman udara meraung menjelang tengah malam. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi kota tersebut berada di bawah serangan rudal balistik. Petugas jasa darurat segera dikerahkan ke Distrik Shevchenkivsky, di mana otoritas kota melaporkan sedikitnya satu orang terluka.
Sementara itu di wilayah tenggara, Kepala Administrasi Militer Regional Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, melaporkan serangan rudal Rusia menghantam area industri dan prasarana publik. Serangan tersebut mengakibatkan setidaknya sembilan orang luka-luka serta merusak kompleks kandang mobil dan gedung tempat tinggal warga.
"Rusia menyerang akomodasi industri dan infrastruktur. Koperasi kandang mobil dan gedung kediaman mengalami kerusakan," ungkap Fedorov melalui saluran resminya di Telegram.
Sebelum gelombang serangan ini terjadi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan ancaman baru nan menakut-nakuti negerinya. Zelensky menyebut Rusia sedang bersiap mengerahkan lebih banyak pasukan Korea Utara ke medan perang. Selain itu, Moskow dilaporkan telah menerima pasokan rudal balistik baru dari Pyongyang.
Dalam beberapa pekan terakhir, Moskow memang terus meningkatkan intensitas serangan rudal balistiknya. Jenis rudal ini hanya dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara tertentu, seperti sistem Patriot buatan Amerika Serikat.
Di sisi lain, kelangkaan amunisi rudal pencegat PAC-3 sekarang kian memperburuk kondisi pertahanan udara Ukraina, terutama sejak eskalasi bentrok di Timur Tengah meletus pada Februari lalu. Di tengah gempuran rudal Rusia tersebut, Ukraina juga terus meningkatkan serangan jawaban terhadap kota-kota di dalam wilayah Rusia nan jauh dari garis perbatasan. (AFP/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·