Satelit NASA Abadikan Bayangan Gerhana Matahari Total dari Luar Angkasa

1 jam yang lalu 2
Satelit NASA Abadikan Bayangan Gerhana Matahari Total dari Luar Angkasa Gambar komposit menunjukkan perkembangan eklips mentari total di atas San Millán de los Caballeros, Spanyol, pada 12 Agustus 2026.(NASA/Bill Ingalls)

KETIKA jutaan pasang mata di Bumi menengadah ke langit untuk menyaksikan keajaiban gerhana mentari total, satelit Deep Space Climate Observatory (DSCOVR) milik NASA justru menyajikan pemandangan unik dari perspektif nan bertolak belakang. Dari jarak sejauh 1,5 juta kilometer dari Bumi, instrumen pada satelit tersebut sukses mengabadikan kejadian langka ketika gambaran bulat hitam raksasa milik Bulan bergerak menyelimuti permukaan planet kita.

Gambar menakjubkan ini ditangkap oleh kamera Earth Polychromatic Imaging Camera (EPIC) nan terpasang pada satelit DSCOVR. Berada di titik gravitasi stabil nan dikenal sebagai Titik Lagrange 1 (L1), satelit ini selalu berada di antara Bumi dan Matahari. Posisi strategis tersebut memberikan EPIC pandangan konstan ke bagian Bumi nan disinari matahari, mirip dengan gimana kembang mentari nan selalu menghadap ke arah cahaya.

Dalam rekaman visual nan dihasilkan, gambaran Bulan alias nan dikenal sebagai umbra terlihat seperti noda gelap bundar nan melintasi daratan dan lautan. Pemandangan ini memperlihatkan secara jelas jalur totalitas, ialah wilayah di mana Bulan menutup penuh cakram Matahari sehingga menghalangi seluruh sinar mentari langsung untuk sampai ke permukaan Bumi.

Pengamatan dari luar angkasa ini memberi para intelektual perspektif berbobot mengenai skala serta hubungan bergerak antara Matahari, Bulan, dan Bumi. Kamera EPIC sendiri dirancang menggunakan 10 filter warna khusus, mulai dari pita warna ultraviolet hingga inframerah dekat, nan memungkinkan peneliti tidak hanya mengambil gambar penuh warna, tetapi juga memantau kondisi atmosfer Bumi, kandungan ozon, vegetasi, hingga tinggi awan secara berkelanjutan.

Fenomena eklips mentari total terjadi ketika Bulan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari dengan ukuran perspektif nan cukup besar untuk memblokir seluruh piringan matahari. Bagi pengamat di darat, peristiwa tersebut membawa kegelapan singkat di siang hari dan memperlihatkan atmosfer luar Matahari alias korona. Namun dari perspektif luar angkasa, gambaran bergerak nan tertangkap oleh DSCOVR memberikan gambaran visual nan kontras mengenai pemisah antara area nan tertutup gambaran dan wilayah nan tetap terang benderang.

Hasil pengamatan ini tidak hanya menjadi karya pengarsipan visual nan memukau bagi masyarakat umum, tetapi juga menegaskan peran vital DSCOVR dan instrumen EPIC dalam terus memantau dinamika suasana serta kejadian antariksa Bumi dari tempat terdepan di luar angkasa. (NASA/Z-2)

Selengkapnya