Sebanyak 6.604 Pekerja di Jateng Terkena PHK, Industri Tekstil dan Garmen Dominan

1 jam yang lalu 2
Sebanyak 6.604 Pekerja di Jateng Terkena PHK, Industri Tekstil dan Garmen Dominan Perusahaan garmen di Jepara PT Samwon Busana Indonesia resmi tutup dan mem-PHK ratusan pekerjanya pada awal Agustus ini.(Dok.Istimewa)

SEBANYAK 6.604 pekerja di Jawa Tengah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026. Sektor tekstil dan garmen menjadi penyumbang PHK terbesar dengan porsi 51,4% dari total kasus.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Ahmad Aziz mengatakan ribuan pekerja nan terdampak PHK berasal dari sejumlah perusahaan di beragam kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

"Hingga akhir Juli 2026, jumlah pekerja nan terkena PHK di Jawa Tengah mencapai 6.604 orang nan tersebar di sejumlah perusahaan di beragam daerah," kata Ahmad Aziz.

Berdasarkan info Disnakertrans Jawa Tengah, sektor tekstil dan garmen menyumbang PHK terbesar sebesar 51,4%. Selanjutnya disusul sektor manufaktur dan industri mainan anak sebesar 21,1%, industri kayu dan mebel 12,5%, serta industri bulu mata 9,4%.

Sejumlah perusahaan nan melakukan PHK antara lain PT Citra Busana Semesta di Sukoharjo sebanyak 920 pekerja, PT Combine Will Industrial Indonesia sebanyak 849 pekerja, PT Victory Apparel di Kota Semarang 846 pekerja, PT Samwon Busana Indonesia di Jepara 685 pekerja, PT Sas Kreasindo Utama di Tegal 681 pekerja, serta PT Cosmoprof Indokarya di Purbalingga 620 pekerja.

Kasus terbaru terjadi di PT Victory Apparel nan bakal melakukan PHK terhadap 846 pekerja. Sebelumnya, PT Samwon Busana Indonesia di Jepara telah merumahkan 685 pekerja pada akhir Juli 2026.

Menyikapi meningkatnya PHK, sejumlah pemerintah wilayah menggelar bursa kerja untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, termasuk para korban PHK.

Bupati Demak Eisti'anah mengatakan pemerintah wilayah menggandeng 30 perusahaan untuk membuka ribuan lowongan pekerjaan. "Pemerintah Kabupaten Demak menggandeng 30 perusahaan dalam bursa kerja nan menyediakan 2.480 lowongan pekerjaan," ujar Eisti'anah.

Upaya serupa dilakukan Pemerintah Kabupaten Rembang. Bupati Rembang Harno mengatakan aktivitas job fair nan digelar pada Juni-Juli 2026 menyediakan 3.244 lowongan kerja sebagai langkah menekan nomor pengangguran.

"Penyelenggaraan job fair ini menjadi upaya mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tingkat pengangguran terbuka di Rembang saat ini tercatat 2,90%," kata Harno.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kendal Cicik Sulastri menyebut pemerintah wilayah menggandeng 30 perusahaan dan Lembaga Penempatan Kerja Swasta (LPKS) untuk membuka 3.117 lowongan kerja pada job fair nan digelar Juli lalu.

"Job fair ini menjadi salah satu upaya menekan tingkat pengangguran terbuka di Kendal nan saat ini tetap berada di nomor 4,60%," ujar Cicik.

Pemerintah wilayah berambisi penyelenggaraan bursa kerja dapat membantu menyerap tenaga kerja nan terdampak PHK sekaligus menekan nomor pengangguran di Jawa Tengah. (E-2)

Selengkapnya