Sebuah SD Negeri di Banyumas hanya Miliki 3 Siswa Baru

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Sebuah SD Negeri di Banyumas hanya Miliki 3 Siswa Baru Susasana hari pertama sekolah pada tahun aliran baru di Banyumas, Jawa Tengah.(MI/Lilik Darmawan)

SUASANA hari pertama tahun aliran baru di SD Negeri 8 Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terlihat sunyi pada Senin (13/7). Sebab, sekolah tersebut hanya menyambut tiga siswa kelas 1 nan memulai aktivitas belajar mengajar.

Salah seorang orang tua siswa, Nur, tetap mantap menyekolahkan putrinya, Nala, di SDN 8 Kranji. Ia mengaku tidak mempermasalahkan jumlah siswa baru nan sangat sedikit dan berambisi anaknya tetap dapat belajar dengan nyaman.

"Karena memang nan masuk di sini hanya tiga anak," kata Nur saat mengantar putrinya ke sekolah.

Minimnya jumlah peserta didik baru menjadi sorotan mengingat SDN 8 Kranji sebenarnya mempunyai kapabilitas hingga 28 siswa dalam satu rombongan belajar. Hingga berakhirnya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), hanya tiga bangku nan terisi sehingga tetap tersisa 25 bangku kosong.

Kepala SDN 8 Kranji, Nur Laila, mengatakan pada awal penyelenggaraan SPMB secara daring sekolahnya hanya memperoleh satu pendaftar. Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten Banyumas memberikan izin kepada sekolah-sekolah nan kekurangan siswa untuk kembali membuka pendaftaran secara luring.

"Pada awal pendaftaran online hanya ada satu siswa nan mendaftar. Kemudian sesuai pengarahan Bupati Banyumas kami membuka pendaftaran secara offline agar masyarakat lebih mudah mendaftar," ujarnya.

Setelah pendaftaran luring dibuka, jumlah siswa nan masuk bertambah menjadi tujuh orang. Namun, hanya tiga di antaranya merupakan peserta didik baru kelas 1, sedangkan empat lainnya adalah siswa pindahan nan masuk ke kelas 2.

Menurut Nur Laila, rendahnya jumlah pendaftar dipengaruhi beberapa faktor. Selain lantaran penerapan SPMB online nan baru pertama kali diberlakukan di tingkat sekolah dasar, sosialisasi kepada masyarakat dinilai belum optimal sehingga tetap banyak orang tua nan belum memahami sistem pendaftaran.

Di samping itu, letak sekolah nan tidak berada di jalur utama serta keberadaan sejumlah sekolah dasar lain di sekitar area Kranji juga membikin masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan.

Padahal, pada tahun aliran sebelumnya SDN 8 Kranji tetap bisa menerima 22 siswa baru ketika seluruh proses penerimaan dilakukan secara offline. Saat ini jumlah seluruh peserta didik di sekolah tersebut mencapai 75 orang. "Kalau sekolah mini seperti kami lebih cocok menggunakan sistem offline. Ke depan kami bakal lebih aktif memanfaatkan media sosial dan melakukan sosialisasi ke lingkungan RT dan RW agar masyarakat mengetahui keberadaan sekolah ini," kata Nur.

Meski hanya mempunyai tiga siswa baru, pihak sekolah memastikan kualitas jasa pendidikan tidak bakal berbeda.

"Berapa pun jumlah peserta didiknya, kami tetap memberikan pembelajaran nan sama," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adhi Fibrianto, mengatakan sekolah nan belum memenuhi kuota diperbolehkan membuka pendaftaran secara offline setelah memperoleh izin dari Bupati Banyumas sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar calon siswa nan mendaftar melalui jalur luring tetap dapat mengikuti hari pertama sekolah berbareng peserta didik lainnya.

Ia mengungkapkan, hingga penutupan awal SPMB tetap terdapat delapan SMP negeri dan 61 SD negeri di Banyumas nan belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru.

"Hari ini baru bakal terlihat jumlah riilnya lantaran laporan tetap terus masuk. Memang ada beberapa sekolah nan hanya mendapatkan tiga siswa, apalagi kurang dari lima siswa," ujarnya.

Wahyu menegaskan kekurangan jumlah peserta didik tidak bakal menghalang proses pembelajaran. Selama jumlah siswa tidak melampaui pemisah maksimal satu rombongan belajar, aktivitas belajar mengajar tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Ia juga mengimbau masyarakat nan belum memperoleh sekolah untuk memanfaatkan bangku nan tetap tersedia di sejumlah sekolah negeri, termasuk SDN 8 Kranji nan hingga sekarang tetap mempunyai 25 bangku kosong untuk siswa kelas 1. (LD/E-4)

Selengkapnya