Sejarah Terbentuknya Pasukan Revolusioner di One Piece

52 menit yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Sejarah Terbentuknya Pasukan Revolusioner di One Piece Monkey D. Dragon Pasukan Revolusioner(Doc IMDB)

DALAM semesta One Piece karya Eiichiro Oda, Pasukan Revolusioner berdiri sebagai satu-satunya kekuatan militer dunia nan secara terang-terangan menantang otoritas Pemerintah Dunia. Berbeda dengan bajak laut nan mencari kebebasan pribadi alias kekayaan karun, organisasi ini mempunyai agenda politik nan jelas: meruntuhkan sistem Bangsawan Dunia (Tenryuubito) nan korup dan membebaskan negara-negara dari penindasan.

Memahami sejarah terbentuknya Pasukan Revolusioner memerlukan penelusuran jauh ke belakang, melintasi dekade-dekade penuh bentrok nan membentuk ideologi sang pemimpin, Monkey D. Dragon.

Akar Ideologi: Tragedi Ohara dan Kegagalan Sistem

Meskipun Pasukan Revolusioner baru dikenal luas dalam beberapa dasawarsa terakhir, bibit perlawanannya tertanam kuat pasca-Insiden Ohara nan terjadi 22 tahun sebelum cerita utama dimulai. Pembantaian para sarjana Ohara melalui Buster Call menjadi titik kembali bagi banyak pihak, termasuk Monkey D. Dragon.

Dragon, nan saat itu memandang kekejaman Pemerintah Dunia terhadap pencari kebenaran sejarah, menyadari bahwa perubahan tidak bisa dilakukan dari dalam sistem. Hal ini diperkuat dengan kebenaran bahwa Dragon dulunya merupakan personil militer (diduga Angkatan Laut) nan memutuskan keluar lantaran tidak menemukan keadilan di sana.

Era Tentara Pembebasan G-2 (Freedom Fighters)

Sebelum resmi menyandang nama Pasukan Revolusioner, Dragon membentuk sebuah golongan paramiliter mini nan dikenal sebagai Tentara Pembebasan G-2 (Freedom Fighters). Pada fase ini, pergerakan mereka tetap berkarakter gerilya dan belum mempunyai kekuatan tempur nan bisa mengguncang dunia.

Dua pilar utama nan menyertai Dragon sejak awal adalah Emporio Ivankov dan Bartholomew Kuma. Ketiganya merupakan pendiri inti nan menyatukan visi untuk menciptakan bumi di mana orang-orang tertindas bisa berdiri tegak. Kuma, nan mempunyai latar belakang sebagai mantan raja Kerajaan Sorbet nan digulingkan, memberikan perspektif tentang penderitaan rakyat jelata di bawah sistem upeti surgawi (Heavenly Tribute).

Transformasi Menjadi Pasukan Revolusioner

Perubahan nama dari Tentara Pembebasan menjadi Pasukan Revolusioner menandai pergeseran strategi dari sekadar membantu pemberontakan lokal menjadi aktivitas sistematis berskala global. Organisasi ini mulai membangun struktur nan rapi, membagi pasukan ke dalam lima wilayah utama: Utara, Selatan, Timur, Barat, dan Grand Line.

Beberapa peristiwa kunci nan memperkuat posisi mereka antara lain:

  • Perekrutan Sabo: Penyelamatan Sabo di Kerajaan Goa oleh Dragon memberikan organisasi ini talenta muda nan luar biasa. Sabo kemudian tumbuh menjadi Kepala Staf dan orang nomor dua di organisasi.
  • Penyusupan ke Berbagai Negara: Pasukan Revolusioner mulai mengirim pemasok untuk memicu revolusi internal di negara-negara nan menderita akibat tirani raja nan didukung Pemerintah Dunia.
  • Pembangunan Markas Baltigo: Selama bertahun-tahun, mereka beraksi dari pulau tersembunyi berjulukan Baltigo, nan lokasinya tidak terdeteksi oleh intelijen Pemerintah Dunia (CP9/CP0) hingga peristiwa baru-baru ini.

Struktur Organisasi dan Tokoh Kunci

Pasukan Revolusioner dipimpin oleh "Kriminal Paling Dicari di Dunia", Monkey D. Dragon. Di bawahnya, terdapat struktur komando nan solid:

Posisi Nama Tokoh
Pemimpin Tertinggi Monkey D. Dragon
Kepala Staf Sabo
Komandan Pasukan Timur Belo Betty
Komandan Pasukan Barat Morley
Komandan Pasukan Selatan Lindbergh
Komandan Pasukan Utara Karasu
Komandan G (Grand Line) Emporio Ivankov

Tujuan Akhir: Menjatuhkan Imu dan Tenryuubito

Berbeda dengan narasi nan disebarkan Pemerintah Dunia, Pasukan Revolusioner tidak beriktikad menghancurkan ketertiban bumi secara total. Fokus utama mereka adalah menghapuskan sistem kasta nan menempatkan Bangsawan Dunia di atas hukum. Dengan terungkapnya sosok misterius Imu di puncak takhta kosong, sasaran Pasukan Revolusioner sekarang menjadi lebih spesifik: menghancurkan inti dari otoritas absolut tersebut.

Pasukan Revolusioner saat ini telah memindahkan markas mereka ke Kerajaan Kamabakka setelah Baltigo dihancurkan oleh golongan bajak laut Blackbeard.

Sejarah Pasukan Revolusioner adalah gambaran dari perlawanan terhadap ketidakadilan sistemik. Dengan alur cerita One Piece nan memasuki saga terakhir, peran organisasi ini diprediksi bakal menjadi kunci dalam perang besar nan bakal mengubah wajah bumi selamanya. (Z-4)

Selengkapnya