Sejumlah siswa di Cirebon mendapat pasokan makanan dari program Makan Bergizi Gratis(MI/NURUL HIDAYAH)
SEBANYAK 312 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cirebon dipastikan tetap beroperasi.
“Seluruh dapur SPPG di Kabupaten Cirebon tetap melangkah dan tidak ada nan mendapatkan penghentian operasional. Alhamdulillah dapur SPPG di Kabupaten Cirebon aman,” tutur Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Tety Rostianty, Senin (3/8).
Seluruh dapur SPPG di Kabupaten Cirebon tetap melangkah dan tidak ada nan mendapatkan penghentian operasional.
Sekali pun tidak ada dapur SPPG nan dihentikan, Tety mengungkapkan tetap terdapat puluhan dapur SPPG di Kabupaten Cirebon nan belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari total 312 dapur SPPG nan ada, sebanyak 275 dapur telah mempunyai SLHS, sedangkan 37 dapur lainnya tetap dalam proses pemenuhan persyaratan.
“Yang belum SLHS ada 37 dapur. Penyebabnya di antaranya lantaran dapur SPPG belum operasional, belum adanya penanggung jawab SPPG (SPPI), serta sarana dan prasarana nan belum komplit sesuai petunjuk teknis BGN dan Kementerian Kesehatan,” jelasnya.
Dia mengungkapkan bahwa pemenuhan SLHS menjadi salah satu aspek krusial untuk memastikan pengelolaan dapur SPPG memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan lingkungan. Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon juga terus berupaya melakukan pendampingan dan koordinasi agar seluruh dapur SPPG dapat segera memenuhi persyaratan manajemen maupun teknis sesuai ketentuan.
Dengan terpenuhinya standar tersebut, program pemenuhan gizi di Kabupaten Cirebon diharapkan dapat melangkah optimal serta memberikan pelayanan makanan bergizi nan kondusif dan berbobot bagi masyarakat penerima manfaat.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·