Ilustrasi(Dok Istimewa)
Semarak seremoni Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung tampil berbeda tahun ini. Jika masyarakat umum biasanya memeriahkan kemerdekaan dengan lomba tarik tambang, perusahaan pelat merah ini menyelenggarakan lomba tarik lokomotif seberat 80 ton.
Kepala KAI Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono, menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan dua unit lokomotif jenis CC 206 untuk perlombaan tersebut. Masing-masing lokomotif ditarik oleh tim nan beranggotakan 15 orang peserta.
"Bobot lokomotif kurang lebih di sekitar 80 ton dan ditarik oleh 15 peserta per tim," ujar Hendra di Bandung, Selasa (18/8).
Kegiatan nan berjalan sejak pagi hari ini diikuti oleh 18 unit kerja di lingkungan Daop 2 Bandung. Hendra menekankan bahwa meskipun beban nan ditarik sangat berat, kerja sama tim menjadi kunci utama keberhasilan. "Lokomotif memang berat. Tapi jika dilakukan bersama-sama, tidak ada nan tidak mungkin," imbuhnya.
Menurut Hendra, prinsip utama dari seremoni kemerdekaan ini bukan sekadar perlombaan bentuk semata. Kegiatan ini menjadi sarana krusial untuk memupuk rasa kebersamaan dan memperkuat kerjasama antar-pegawai di lapangan.
"Kita adalah satu tim, tidak ada unit nan paling krusial di KAI. Kita kudu kompak, berasosiasi demi tujuan nan sama, ialah memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat," tegasnya. Ia menambahkan bahwa soliditas sangat diperlukan dalam membangun perkeretaapian nasional nan lebih baik.
Selain lomba tarik lokomotif nan menguji kekuatan bentuk dan kekompakan, KAI Daop 2 Bandung juga menggelar serangkaian perlombaan teknis lainnya. Salah satunya adalah scrintas kemerdekaan nan bermaksud memastikan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta pengendalian perjalanan kereta api di seluruh lintas Daop 2 tetap terjaga.
Tak ketinggalan, diselenggarakan pula lomba emergency rail bridge. Perlombaan ini menguji kecepatan dan ketepatan tim dalam menangani gangguan darurat, seperti kejadian rel patah. Lomba tersebut sekaligus berfaedah sebagai simulasi kesigapan petugas agar operasional perjalanan kereta api tetap dapat melaju dengan kondusif meskipun dihadapkan pada kondisi darurat di lapangan.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·