Jakarta, CNN Indonesia --
Semifinal Piala Presiden 2026 menghadirkan empat tim lokal dengan sejarah panjang. Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Arema FC menghiasi layar kaca dengan sajian laga klasik.
El Clasico Indonesia tersaji dalam laga Persib vs Persija di semifinal Piala Presiden jenis kedelapan. Di laga lainnya, datang Persebaya vs Arema nan sama-sama duel sarat pamor dua raksasa Jawa Timur.
Dari perspektif kompetisi, pertemuan dua tim besar adalah momen penantian. Sebab di musim reguler, El Clasico Indonesia hanya terjadi dua kali. Begitu juga dengan Derby Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan Piala Presiden 2026, setidaknya ada tambahan satu laga akbar sebagai pemanas kompetisi. Bagi pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima, semifinal dengan pertemuan empat tim historis adalah tontonan mengesankan.
"Meski statusnya pramusim, semifinal mempertemukan klub dengan sejarah panjang dan menarik. Persib, Persija, dan Persebaya sama-sama berangkat dari era Perserikatan. Lalu Arema dari Galatama. Jadi hegemoni bakal tetap ada untuk sepak bola Indonesia," kata Supriyono Prima kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/8).
Supriyono juga menyoroti eksistensi klub lokal di fase knockout Piala Presiden 2026. Sebab, bisa dipastikan trofi juara bakal kembali ke Tanah Air setelah sempat terpelanting ke Thailand oleh Port FC pada tahun lalu.
Naiknya bingkisan Piala Presiden 2026 dari Rp6 miliar ke Rp8 miliar pun jadi sorotan. Menurut Supriyono, nomor ini dapat membantu operasional klub untuk menjalani musim kejuaraan sebenarnya. Terlebih dengan empat klub Indonesia di semifinal Piala Presiden 2026, artinya dipastikan bingkisan bakal tetap berada di wilayah Indonesia.
Derby Jawa Timur antara Persebaya vs Arema FC tersaji di semifinal Piala Presiden 2026. (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)
"[Piala Presiden] jenis kedelapan ini adalah sebuah arena bergengsi lantaran bingkisan gak keluar ke negara dan klub lain, bisa tambah untuk anggaran mengarungi kejuaraan panjang," ujarnya.
Dari perspektif pandang jagat maya, Piala Presiden 2026 turut menggugah klub peserta guna memamerkan konten terbaik mereka di media sosial. Ini dapat meningkatkan valuasi klub dari segi engagement dan viewers.
Di kanal Youtube masing-masing semifinalis Piala Presiden 2026 misalnya, jumlah penonton highlights dari video nan diunggah punya nomor fantastis.
Highlights Persib vs Persija nan dipamerkan akun Youtube Persib menyentuh 486 ribu penonton meski video belum genap 24 jam sejak naik tayang. Sementara Persija meraup 31 ribu viewers untuk highlights laga serupa.
Dari duel derby Jawa Timur, akun Persebaya juga mengunggah video highlights pertandingan. Ada 55 ribu penonton sejak 14 jam ditayangkan di Youtube.
Jika akun empat klub tersebut menyalakan fitur Ads Sense, maka pihak Youtube memberlakukan hitung-hitungan pendapatan. Istilahnya Revenue Per Mille (RPM) dengan menghitung pemasukan dari dari jumlah penonton dan engagement.
Per situs Social Blade, akun Youtube Persib ditaksir meraih rentang pendapatan US$51,85 hingga US$829,54 alias setara dengan Rp929 ribu sampai Rp14,8 juta setiap harinya. Jumlah ini naik turun lantaran berjuntai pada jumlah penonton dan komentar pada setiap video serta subscribers dari akun tersebut.
Meski jumlah pendapatan tak menentu, kesempatan mengunggah konten ramai penonton bisa jadi tambahan pendapatan klub selama Piala Presiden 2026 berlangsung. Terutama jika sukses juara dan bisa memaksimalkan konten dari tim tersebut.
(ikw/jun)

54 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·