Senjata Tajam di Sekolah Jaksel, Pemilik Disebut Telah Meninggal Dunia

1 jam yang lalu 3
Senjata Tajam di Sekolah Jaksel, Pemilik Disebut Telah Meninggal Dunia Ilustrasi senjata(Magnific)

MANTAN Ketua yayasan berinisial IW dipanggil polisi sebagai tindak lanjut pemeriksaan setelah ditemukan ratusan pucuk senjata di sekolah swasta nan berlokasi di area Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pemanggilanmantan ketua yayasan tersebut untuk diminta keterangan soal kepemilikan, izin dan letak penyimpanan senjata di sekolah di Jaksel. Polisi berasumsi sebagai mantan ketua sekolah, IW mengetahui.

"Yang bersangkutan, kerabat IW, dulu merupakan pengurus dari suatu yayasan. Mungkin melihat, menempatkan barang-barang tadi dalam satu gudang," kata Budi di Jakarta, Jumat (7/8).

Pengelola yayasan di sekolah tersebut menemukan ratusan senjata setelah mengeluarkan barang-barang dari gudang. Kemudian, pengelola melaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan.

"Kami melakukan penindakan dan pendalaman," ucap Budi.
    
Polda Metro Jaya mengungkapkan ada  996 senjata nan ditemukan di salah satu ruangan di sekolah di Jaksel. Selain itu, polisi juga menemukan narkoba dan VCD porno di sekolah tersebut.

Adapun jenis senjata api nan ditemukan antara lain senapan tempur combat shotgun jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA dan 995 pucuk lainnya berupa senapan angin.

"995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api," kata Budi.

Pemilik senjata api di sekolah di Jaksel itu, menurut polisi DS. Pemilik telah meninggal dunia.

"Saudara DS sudah meninggal bumi tahun 2020, sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," kata dia. (Ant/H-4)

Selengkapnya