Sepakat! PLN Dapat Gas dari Blok Andaman 160 Juta Kaki Kubik

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Mubadala Energy resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT PLN (Persero) untuk memasok kebutuhan daya pembangkit listrik dari Blok Andaman. Kerja sama tersebut mencakup penyaluran gas sebesar 160 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut bisa memenuhi persyaratan keputusan investasi final alias Final Investment Decision (FID) proyek tersebut. Ia menekankan bahwa PJBG tersebut menjadi agunan bagi kepastian pasokan gas domestik nan berasal dari Lapangan Tangkulo.

"Alhamdulilah, PJBG/GSA Antara K3S Mubadala dan PLN untuk gas Andaman 160 MMSCFD baru saja selesai di teken guna keperluan FID nan Insya Allah dalam waktu dekat ini FID selesai, rencana onstream 2028 lebih sigap dari Masela," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

Proyek tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2028 dengan memanfaatkan persediaan gas dari Lapangan Tangkulo nan diperkirakan mencapai 1 triliun kaki kubik (TCF). Selain porsi untuk PLN, pihaknya saat ini juga tengah memetakan potensi penyerapan untuk sisa produksi sebesar 140 MMSCFD lainnya dalam mengoptimalkan hasil temuan di blok tersebut.

"140 MMSCFD lainnya sedang dicarikan pembeli gasnya dan konsep pengelolaannya. Jadi total 300 MMSCFD dari lapangan Tangkulo dengan persediaan gas 1 TCF," lanjut Djoko.

Pembangunan akomodasi di Blok Andaman dirancang menggunakan skema hibrida nan menggabungkan prasarana lepas pantai (offshore) dan daratan (onshore). Proses pemisahan kandungan gas, kondensat, serta unsur pengotor dilakukan menggunakan kapal FPSO di laut sebelum gas bersih dikirim ke darat melalui pipa bawah laut sepanjang 80 kilometer (km).

"Gas dari sumur-sumur offshore di Andaman tidak dapat langsung dibawa ke darat krn mengandung Co2 nan cukup tinggi dan juga H2S, yg sangat korosif, bisa membikin pipa sigap karatan bocor dan rentan sehingga co2 dan h2s nya kudu dipisahkan terlebih dahulu," paparnya.

Sedangkan, akomodasi produksi di darat alias Onshore Receiving Facility (ORF) rencananya bakal dibangun di area KEK Arun, Lhokseumawe, dan telah mendapatkan izin persetujuan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Blok Andaman saat ini dioperasikan oleh Mubadala Energy dengan kepemilikan kewenangan partisipasi sebesar 80% dan Harbour Oil 20% menggunakan skema perjanjian gross split.

"Mohon Doa dan support Bapak Ibu, Insya Allah kedepan melangkah lancar kondusif dan selamat sesuai sasaran waktu onstream 2028," tutupnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya