Serangan Kelompok Bersenjata di Tailan Menewaskan 5 Orang

1 jam yang lalu 3
Serangan Kelompok Bersenjata di Tailan Menewaskan 5 Orang ilustrasi golongan bersenjata.(dok.MI)

SEBANYAK lima personil pasukan ranger paramiliter gugur dan lima penduduk sipil mengalami luka, termasuk bocah berumur 10 tahun, setelah sekelompok penduduk bersenjata melancarkan serangan dengan senjata api dan peledak pipa terhadap pos pemeriksaan di Provinsi Narathiwat, Tailan selatan, Rabu petang (22/7). Serangan terjadi pada sekitar pukul 18:45 waktu setempat di Pos Pemeriksaan Buke Sami, Distrik Ra-ngai.

Menurut pasukan keamanan, enam pelaku mengenakan busana serba hitam datang menggunakan mobil pikap empat pintu sebelum melepas tembakan dan melempar peledak pipa ke pos nan dijaga oleh ranger paramiliter.

Seorang pejabat tinggi keamanan mengatakan bahwa setelah serangan tersebut, para penyerang mendekati jasad korban dan mencuri rompi antipeluru serta kantong amunisi sebelum melarikan diri.

Kemudian sekitar pukul 20:50 waktu setempat, penduduk di Distrik Sri Sakhon melaporkan temuan pikap empat pintu berwarna hitam nan terbakar di jalan. Otoritas keamanan menduga pikap itu merupakan kendaraan nan digunakan pelaku saat serangan dan dibakar untuk menghilangkan jejak DNA serta menghalang penyelidikan.

Laporan intelijen terbaru juga mengindikasikan bahwa pelaku tengah merencanakan serangan peledak dan pembakaran nan menyasar area ekonomi strategis di Distrik Sungai Kolok dan Waeng.

Aparat keamanan pun meningkatkan pengamanan secara maksimal di sejumlah area komersial tersebut. Juru bicara militer mengecam serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan.

Komando keamanan wilayah menyatakan bahwa penggunaan senjata perang di area perkotaan membahayakan keselamatan jiwa serta kekayaan barang penduduk sipil nan tidak bersalah, termasuk anak-anak, perempuan, dan penduduk lanjut usia.

Pihak keamanan menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan family mereka, serta berkomitmen untuk menangkap pelaku. Saat ini, abdi negara tetap memburu dua sepeda motor nan diduga digunakan sebagai kendaraan pengintai dan pengawal bagi para penyerang. (Ant/P-3)

Selengkapnya