Serial Dokumenter Ungkap Retaknya Hubungan Guardiola-Walker dan Krisis Internal Man City

1 jam yang lalu 2
Serial Dokumenter Ungkap Retaknya Hubungan Guardiola-Walker dan Krisis Internal Man City Darren Staples / AFP(Pep Guardiola (kanan) dan Kyle Walker)

SEBUAH serial dokumenter terbaru dari Amazon Prime mengungkap dinamika internal nan mewarnai dua tahun terakhir kepemimpinan Pep Guardiola di Manchester City. Salah satu sorotan utamanya adalah perselisihan panas antara Guardiola dan sang kapten, Kyle Walker, sebelum bek asal Inggris tersebut akhirnya memutuskan pindah ke AC Milan.

Dalam dokumenter tersebut, terungkap momen emosional saat Guardiola mengumumkan permintaan kepindahan Walker kepada para pemain di ruang ganti. Pelatih asal Spanyol itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

"Sangat sedih dengan apa nan terjadi pada Kyle," ujar Guardiola di hadapan timnya jelang laga melawan Chelsea. "Sangat mudah baginya untuk datang dan bilang 'Saya lelah'. Namun, sebagai seorang kapten, Anda tidak boleh berperilaku seperti nan dia lakukan pada momen-momen terberat dalam hidup kita."

Hubungan renggang keduanya disinyalir memuncak usai kekalahan City di Anfield dari Liverpool pada Desember 2024. Saat itu, kesalahan Walker nan kehilangan bola dari Luis Diaz berujung pada balasan penalti. Di dalam ruang ganti, Guardiola secara terbuka mengkritik Walker, nan langsung dibalas protes keras sang bek lantaran merasa selalu disalahkan.

Walker, nan telah mengabdi sejak 2017 dan mempersembahkan enam gelar Liga Premier, akhirnya dilepas dengan status pinjaman ke AC Milan pada Januari 2025. Musim tersebut menjadi salah satu periode terkelam City, di mana mereka mengakhiri kejuaraan tanpa meraih satu pun trofi.

Bayang-Bayang Perpisahan Guardiola

Dokumenter ini juga menyoroti titik terendah dalam pekerjaan Guardiola di Etihad Stadium. Di kembali performa tim nan merosot serta tekanan dari 115 kasus dugaan pelanggaran patokan finansial klub, kehidupan pribadi Guardiola rupanya tengah berguncang dahsyat akibat proses perceraian.

Asisten teknis Manel Estiarte mengungkapkan, kondisi emosional Guardiola sempat membikin para pemain khawatir. Momen ketika Guardiola tampil dengan luka goresan di wajah usai laga Liga Champions melawan Feyenoord pada November 2024 sempat menjadi tanda tanya besar media.

"Para pemain resah memandang Pep nan resah dan sedih. Saya katakan kepada tim, 'Kalian tidak sedang berhadapan dengan pembimbing nan sekadar impulsif alias emosional. Kalian sedang memandang seorang manusia nan sedang menjalani proses perceraian'," tutur Estiarte.

Guardiola sendiri sempat berpikir untuk mundur lebih awal setelah menelan empat kekalahan beruntun pada akhir 2024. Meski akhirnya memperpanjang perjanjian dan mengabdi hingga akhir musim 2025-26, Guardiola tampak sangat emosional saat berpidato di hadapan timnya, apalagi menyuruh para pemain memberi tahu dirinya jika dia dianggap sebagai beban.

Selama 10 tahun menukangi Manchester City, Guardiola sukses mempersembahkan 20 trofi sebelum akhirnya resmi mengundurkan diri pada akhir musim 2025-26.

Tangisan De Bruyne dan Perjudian Cherki

Sebagai bagian dari proses regenerasi tim, City mengambil keputusan berat untuk merombak skuad tua mereka. Momen paling emosional terjadi saat pelepasan gelandang veteran Kevin De Bruyne. Pemain nan telah menyumbang 16 trofi dalam satu dasawarsa itu tak sanggup menahan air mata di instansi Guardiola saat menyadari masa depannya di Etihad telah berakhir.

"Keputusan itu membunuh saya," saya Guardiola. "Saya sangat menyayangi Kevin. Kami telah melewati hal-hal luar biasa bersama. Namun pada titik tertentu, Anda kudu bisa bersikap dingin."

Sebagai pengganti De Bruyne, City memboyong Rayan Cherki dari Prancis seharga £30 juta pada Juni 2025. Meski sempat diragukan oleh Direktur Olahraga Hugo Viana lantaran dinilai mempunyai sikap nan "kurang disiplin", Cherki bisa membuktikan kualitasnya di lapangan. Pemain berumur 22 tahun itu menjadi salah satu pilar kunci City dengan mencetak empat gol dan 12 assist di Liga Premier.

(BBC/P-4)

Selengkapnya