Ini Daftar 10 K/L dengan Jatah Anggaran Terbesar di RAPBN 2027

51 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pemerintah optimistis keahlian perekonomian nasional bakal tetap solid dan terjaga pada 2027 seiring dengan terpeliharanya stabilitas makroekonomi dan support kebijakan pemerintah.

Optimisme tersebut turut tercermin dalam RAPBN 2027 nan didesain ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur. Pendapatan negara dalam RAPBN 2027 diproyeksikan mencapai Rp3.426,0 triliun, tumbuh 6,8 persen dibandingkan outlook 2026. Sementara itu, shopping negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun dengan defisit anggaran sebesar 2,40% terhadap PDB.

"Fiskal kita tetap dirancang untuk ekspansif walaupun tidak besar sekali. Tapi nan jelas dari pemerintah bakal ada dorongan ke perekonomian," jelas Menkeu.

Dari sisi pendapatan, penerimaan perpajakan diproyeksikan mencapai Rp2.908 triliun, sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp517,4 triliun dan hibah Rp700 miliar. Peningkatan pendapatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapabilitas fiskal secara berjenjang dan berkelanjutan.

Pada sisi belanja, pemerintah mengarahkan pada shopping berbobot dengan tetap menjaga keahlian pelayanan publik dan mendukung daya beli masyarakat dalam rangka mencapai keberlanjutan pembangunan. Dalam RAPBN 2027, shopping negara diproyeksikan mencapai Rp4.097,2 triliun alias tumbuh 3,9% dari outlook 2026 nan terdiri dari shopping Pemerintah Pusat sebesar Rp3.362,2 triliun dan transfer ke wilayah sebesar Rp735,0 triliun.

Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo pada Pidato Kenegaraan dalam rangka Penyampaian RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan, RAPBN 2027 difokuskan pada 8 klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) ialah kedaulatan pangan; kemandirian daya dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan desa; serta penurunan kemiskinan.

"Kebijakan shopping pemerintah pusat ini difokuskan untuk mendukung pencapaian sasaran PKPN tahun 2027, kemudian untuk optimasi shopping untuk mendukung kebijakan pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas jasa publik dan SDM, serta menjaga daya beli masyarakat. Kita juga bakal mendorong pembangunan sarana dan prasarana nan mendukung pencapaian prioritas nasional seperti nan dipresentasikan Bapak Presiden tadi di DPR," imbuh Menkeu Purbaya.

Untuk memandang lebih rinci, mengenai dengan shopping pusat, berikut ini 10 K/L dengan shopping tertinggi dalam RAPBN 2027:

No

Kementerian/Lembaga

RAPBN 2027

1

Badan Gizi Nasional (BGN)

Rp240,2 triliun

2

Kementerian Pertahanan (Kemenhan)

Rp189,0 triliun

3

Kepolisian RI (Polri)

Rp139,2 triliun

4

Kementerian Pekerjaan Umum (PU)

Rp114,59 triliun

5

Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Rp102,12 triliun

6

Kementerian Agama (Kemenag)

Rp87,7 triliun

7

Kementerian Sosial (Kemensos)

Rp84,7 triliun

8

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)

Rp65,17 triliun

9

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

Rp61,10 triliun

10

Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Rp49,8 triliun

Total anggaran 10 lembaga terbesar: Rp1.133,58 triliun.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya