Sering Buang Air Kecil di Usia 40-an, Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat

2 jam yang lalu 3
Sering Buang Air Kecil di Usia 40-an, Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat ilustrasi(Magnific)

SEIRING bertambahnya usia, tubuh laki-laki mengalami beragam perubahan biologis, termasuk pada kegunaan kelenjar prostat. Salah satu tandanya bisa berupa kebiasaan lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Keluhan tersebut dapat berangkaian dengan pembesaran prostat jinak nan lebih banyak ditemukan pada laki-laki berumur lanjut.

Hiperplasia Prostat

Seiring bertambahnya usia, laki-laki semakin berisiko mengalami benign prostatic hyperplasia (BPH) alias pembesaran prostat jinak. Kondisi ini bukan kanker, tetapi prostat nan membesar dapat menekan uretra dan mengganggu aliran urine. BPH jarang menimbulkan indikasi pada laki-laki berumur di bawah 40 tahun dan semakin sering ditemukan seiring bertambahnya usia.

Beberapa tanda nan dapat muncul antara lain:

  • Sering merasa mau buang air kecil, tetapi urine nan keluar hanya sedikit.
  • Aliran urine melemah alias susah memulai buang air kecil.
  • Urine menetes setelah selesai buang air kecil.
  • Merasa kandung kemih belum betul-betul kosong setelah buang air kecil.

Meski begitu, sering buang air mini tidak selalu disebabkan oleh pembesaran prostat. Keluhan serupa dapat muncul akibat masalah lain pada prostat alias saluran kemih.

Jika keluhan terus terjadi, semakin mengganggu, alias disertai kesulitan buang air kecil, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Mengatasi Hiperplasia Prostat

Penanganan benign prostatic hyperplasia (BPH) disesuaikan dengan tingkat keparahan indikasi dan seberapa besar keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan dapat berupa pemantauan, perubahan style hidup, obat-obatan, hingga tindakan operasi.

Beberapa pilihan penanganannya meliputi:

  • Pemantauan: Jika indikasi tetap ringan dan tidak terlalu mengganggu, master dapat menyarankan pemantauan rutin tanpa langsung memberikan obat alias melakukan operasi.
  • Perubahan style hidup: Mengurangi minum sebelum tidur alias bepergian, membatasi kafein dan alkohol, tidak menahan buang air kecil, serta mengosongkan kandung kemih dengan baik dapat membantu mengurangi keluhan.
  • Obat-obatan: Dokter dapat memberikan obat nan membantu melemaskan otot di sekitar prostat dan kandung kemih alias obat nan dapat memperlambat pertumbuhan maupun mengecilkan prostat. Seperti finasteride (Proscar), dutasteride (Avodart), doxazosin (Cardura) alias tadalafil (Cialis).
  • Operasi: Jika indikasi semakin berat, obat tidak cukup membantu, alias muncul komplikasi, master dapat mempertimbangkan tindakan untuk mengurangi jaringan prostat nan menghalang aliran urine.

Pemilihan pengobatan sebaiknya dilakukan berbareng master setelah memandang kondisi dan indikasi masing-masing pasien. BPH juga tidak selalu memerlukan operasi lantaran sebagian laki-laki dengan keluhan ringan dapat ditangani melalui pemantauan dan perubahan kebiasaan.

(NIDDK/P-4)

Selengkapnya