Sering Dituduh Bawa Bakteri, Apakah Selada Romaine Aman Dikonsumsi?

1 jam yang lalu 3
Sering Dituduh Bawa Bakteri, Apakah Selada Romaine Aman Dikonsumsi? Selada romaine(Unsplash)

POLA makan sehat dapat menjadi hidangan nan bernutrisi sekaligus lezat ketika mengandalkan hasil pertanian segar musiman. Salah satu langkah terbaik untuk memasukkan buah dan sayuran ke dalam menu harian adalah dengan mengolahnya menjadi salad. Kendati demikian, sebagian masyarakat kerap ragu menggunakan selada romaine sebagai bahan utamanya.

Selama bertahun-tahun, selada romaine dikenal rentan terhadap kontaminasi penyakit akibat makanan, termasuk pandemi kuman E. coli. Bahkan dalam dokumenter Netflix berjudul Poisoned: The Dirty Truth About Your Food, sejumlah pejabat, advokat, dan master keamanan pangan nan diwawancarai menyatakan mereka menghindari selada romaine lantaran akibat kontaminasi tersebut. Lantas, apakah selada romaine sebenarnya kondusif untuk dikonsumsi?

Banyak penyakit akibat makanan di Amerika Serikat memang mengenai dengan kuman nan terdapat pada buah dan sayuran mentah. Hal ini mencakup penyebaran kuman seperti E. coli, norovirus, Salmonella, Listeria, dan lainnya. Kelompok rentan seperti lansia berumur 65 tahun ke atas, perseorangan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (immunocompromised), anak-anak di bawah usia 5 tahun, serta wanita mengandung dapat mengalami indikasi nan parah jika terpapar penyakit akibat makanan.

Meskipun beragam pemberitaan utama di media kerap memberi kesan seolah seluruh selada romaine membawa kuman penyebab penyakit, kenyataannya tidak sedramatis itu.

Jutaan porsi sayuran berdaun hijau dikonsumsi secara kondusif setiap hari di Amerika Serikat. Jika Anda mau mengonsumsi selada romaine mentah, alias buah dan sayuran apa pun, Anda kudu mencuci bahan segar tersebut sebelum dimakan alias dimasak guna membantu menghilangkan kotoran, kuman, dan kuman nan menempel di permukaannya.

Langkah pertama untuk mencuci selada dengan betul adalah dengan mencuci tangan dan membersihkan area permukaan dapur nan berpotensi bergesekan langsung dengan sayuran. Buang daun nan memar alias robek, lampau cuci selada secara menyeluruh di bawah air mengalir. Anda tidak perlu menggunakan produk pembersih unik bahan pangan. Setelah dikeringkan dengan handuk dapur bersih alias tisu dapur, selada siap untuk dikonsumsi. Langkah sederhana ini sudah cukup untuk membantu mencegah penyebaran penyakit rawan di dapur, makanan, maupun tubuh Anda.

Namun, terdapat beberapa pengecualian. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mencatat bahwa jika produk selada romaine dalam bungkusan mempunyai label seperti "ready to eat" (siap makan), "triple washed" (dicuci tiga kali), alias "no washing necessary" (tidak perlu dicuci), Anda tidak perlu mencucinya lagi. Produk tersebut telah dicuci secara komersial untuk membantu menghilangkan potensi kuman penyebab penyakit.

Pandangan dari para master menegaskan bahwa selama produk nan Anda beli tidak ditarik dari pasaran (recalled), selada romaine sepenuhnya kondusif untuk dikonsumsi. Selain itu, jenis selada ini mempunyai faedah luar biasa seperti mendukung kesehatan tulang, mata, dan kulit berkah kandungan vitamin K dan vitamin A nan melimpah di dalamnya. Dengan membilas bahan pangan segar di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi, Anda dapat membantu mencegah penyebaran penyakit akibat makanan. (Eating Well/Z-2)

Selengkapnya