Siaga Perang Arab Makin Menggila, Yaman Gabung ke Saudi Hajar Houthi

4 jam yang lalu 13

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Yaman nan diakui secara internasional menyatakan siap menghadapi segala corak eskalasi dengan golongan Houthi nan didukung Iran. Pernyataan ini diutarakan di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan drone dan blokade maritim nan menargetkan Arab Saudi.

Hal tersebut memicu kekhawatiran bakal pecahnya kembali bentrok besar di Semenanjung Arab. perlu diketahui, saat ini Timur Tengah juga dilanda sejumlah bentrok lain, seperti serangan Israel ke Palestina dan perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

"Kami siap menghadapi eskalasi apa pun," kata Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah al-Zouba, kepada wartawan di Riyadh, Arab Saudi, seperti dikutip ReutersSelasa (28/7/2026).

"Yaman bersiap menghadapi kemungkinan memburuknya situasi keamanan seiring meningkatnya tindakan militer Houthi," tambahnya.

Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Houthi menyatakan meluncurkan serangan drone baru nan menyasar prasarana minyak Arab Saudi. Serangan tersebut disebut sebagai jawaban atas operasi drone nan dilakukan pihak Saudi terhadap golongan itu.

Lebih lanjut Al-Zouba menilai Houthi tengah berupaya meniru strategi Iran di Selat Hormuz dengan memperluas pengaruhnya ke Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis nan menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Houthi sebelumnya menutup laut krusial bagi akses daya Arab Saudi tersebut.

"Houthi mau meniru pengalaman Iran di Hormuz," ujarnya menyebut langkah tersebut sejalan dengan pola eskalasi nan selama ini dilakukan Teheran di kawasan.

"Mereka berpikir bakal bisa menguasai Laut Merah," katanya, seraya mengingatkan bahwa penguasaan jalur tersebut dapat mengganggu salah satu rute perdagangan dan pengiriman daya terpenting di dunia.

Pekan lalu, Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi serta menyatakan telah menyerang kapal tanker dan akomodasi minyak milik kerajaan. Aksi itu meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan daya dunia lantaran Selat Bab el-Mandeb menjadi jalur utama ekspor minyak Saudi menuju pasar internasional.


Keamanan nan Rapuh

Di dalam negeri, Al-Zouba mengatakan situasi keamanan Yaman juga semakin rapuh. Ia menyebut pasukan Houthi nyaris setiap hari terlibat bentrok berskala mini dengan pasukan pemerintah di beragam wilayah, sehingga akibat meluasnya bentrok tetap tinggi.

Sejak 2015, koalisi militer nan dipimpin Arab Saudi telah mendukung pemerintah Yaman dalam memerangi Houthi. Gelombang ketegangan terbaru ini menjadi bentrok langsung pertama dalam beberapa tahun terakhir antara Saudi dan Houthi, sekaligus meningkatkan ancaman terhadap gencatan senjata nan tercapai pada 2022 meski masa berlakunya telah berakhir.

(tfa/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya