Siaga Perang Menggila, Pasukan Rudal Korut Dikerahkan ke Rusia

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah unit rudal Korea Utara dilaporkan telah mulai dikerahkan ke wilayah Rusia barat. Mengutip Reuters, Rabu (5/8/2026), unit tersebut berpotensi dilengkapi dengan 120 rudal balistik dan enam peluncur untuk menyerang Ukraina.

Pejabat intelijen militer Ukraina, Andrii Cherniak, menyebut Rusia berencana menempatkan sekitar 90 personel rudal Korea Utara itu di wilayah Voronezh. Mereka bakal ditempatkan di dalam unit Brigade Rudal ke-112 Rusia.

Pengerahan pasukan rudal ini bakal menjadi ekspansi besar dari kerja sama militer ekstensif antara Moskow dan Pyongyang. Hubungan kedua negara diketahui makin erat sejak invasi Rusia tahun 2022 nan disusul dengan penandatanganan pakta pertahanan berbareng pada 2024.

Pyongyang dilaporkan telah mengirimkan gelombang baru nan terdiri dari 40 rudal KN-23 dan KN-24 beserta personelnya ke Rusia. Namun, konfigurasi pengerahan dan jumlah total rudal baru bakal difinalisasi pada pembicaraan tingkat tinggi bulan depan.

Hingga saat ini, tetap belum jelas apa peran pasti nan bakal dimainkan oleh personel Korea Utara dalam operasi rudal Rusia. Pengerahan ini sendiri bertepatan dengan tindakan Rusia pekan lampau nan menembakkan dua rudal Korea Utara pertamanya ke Ukraina sejak Agustus tahun lalu.

Ukraina saat ini tengah berjuang menghadapi kekurangan parah pada sistem pertahanan udara tingkat tinggi mereka. Rusia berupaya mengeksploitasi kelemahan ini dengan menggunakan lebih banyak rudal balistik nan sangat susah untuk ditembak jatuh.

Peneliti senior dari Foreign Policy Research Institute, Rob Lee, menilai bahwa sumber daya Korea Utara ini merupakan ancaman signifikan bagi Kyiv.

"Pertahanan rudal balistik adalah salah satu kerentanan terbesar Ukraina, sehingga peningkatan jumlah rudal balistik nan mereka hadapi bakal menimbulkan tantangan nan lebih besar," ujar Rob Lee.

Kekhawatiran terbesar Ukraina saat ini adalah kondisi pertahanan udara mereka pada musim dingin mendatang. Pada musim tersebut, Rusia diprediksi bisa kembali menargetkan jaringan listrik Ukraina dengan serangan berat seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pekan lalu, otoritas Ukraina melaporkan bahwa sebuah rudal Korea Utara telah meratakan sebuah rumah penduduk di desa Radushne. Serangan mematikan di wilayah Ukraina tengah tersebut menewaskan setidaknya lima personil dari satu family nan sama.

Cherniak mengonfirmasi bahwa serangan pekan lampau adalah penggunaan rudal balistik Korea Utara pertama nan tercatat sejak Agustus 2025. Ia memastikan bahwa rudal tersebut diambil dari gelombang baru berisi 40 rudal nan baru saja dikirimkan.

Sumber militer Ukraina menyebut bahwa rudal KN-23 dan KN-24 milik Korea Utara mempunyai jangkauan dan muatan nan lebih besar daripada rudal setara milik Rusia, Iskander. Akan tetapi, rudal tersebut jauh kurang jeli dan sering dikaitkan dengan serangan nan menyantap banyak korban sipil.

Penggunaan rudal jenis ini sejalan dengan pola Rusia nan mencoba menggunakan lebih banyak rudal balistik sekelas Iskander 9M723. Rudal-rudal mematikan tersebut diketahui hanya bisa dihentikan oleh sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat.

Rusia tercatat mulai menembakkan rudal KN-23 dan KN-24 ke Ukraina menjelang akhir tahun 2023. Menurut Cherniak, Korea Utara telah memasok sekitar 150 rudal antara akhir tahun 2023 hingga Agustus 2025.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya