Jakarta, CNN Indonesia --
Singapura saat ini tergolong bukan tim spesial, tetapi tetap punya potensi menjungkalkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
The Lions adalah sasaran Indonesia selanjutnya. Menang satu-satunya tujuan Rizky Ridho dan kawan-kawan melancong ke Negeri Singa. Seri alias kalah, maka noktah jelek untuk kali ke-16 bagi Indonesia di Piala AFF.
Singapura saat ini bisa dibilang tidak sedang dalam kekuatan terbaik. Berbeda dengan generasi-generasi terdahulu ketika tetap diperkuat Noh Alam Shah, Indra Sahdan Daud, Aleksandar Duric, Aide Iskandar, Baihakki Khaizan, alias Daniel Bennett.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika nama-nama tersebut tetap aktif, empat gelar Piala AFF bolak-balik masuk Singapura.
Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Kini nan jadi jagoan adalah Ilhan Fandi, Irfan Fandi, Hami Syahin, Shahiran Shah, berbareng dengan pemain-pemain veteran macam Izwan Mahbud, Hariss Harun, Song Ui Yong, dan Shawal Anuar.
Sejak 2012, Singapura tidak pernah lagi menjadi juara Piala AFF. Kini mereka berupaya mengembalikan nama baik. Sama seperti Indonesia, ada motivasi besar di kembali laga nan bakal berjalan di Stadion Jalan Besar pada Kamis (7/8).
Melihat performa Singapura, sepintas tidak ada nan spesial. Ketika melawan Kamboja dan Timor Leste, anak asuh Gavin Lee hanya bisa mencetak gol dalam tiap pertandingan. Gawang mereka pun bedah ketika menghadapi Kamboja.
Kemenangan tipis dan skor standar itu jadi awal Singapura nan kemudian beranjak jadi bahan pembicaraan ketika bisa menahan Vietnam tanpa gol.
Mungkin ada keberuntungan bagi Singapura lantaran peluang-peluang Vietnam menguap, tapi ada catatan statistik lima blocked shot dan tiga pengamanan nan menjadi penanda pertahanan rapat dalam memperkuat dan kecakapan Izwan Mahbud di bawah mistar.
Dalam laga itu Singapura nan mempunyai penguasaan bola sebesar 46 persen juga bisa mencetak peluang. Dari enam tembakan, ada dua nan mengarah ke gawang.
Umpan silang Singapura nan jadi makanan lembek bagi Ilhan Fandi tak bisa disepelekan. Daya juang nan berujung gol pada pengujung laga melawan Kamboja pun menunjukkan kegigihan Tim Singa.
Indonesia kemungkinan bakal menggunakan pendekatan sepak bola menyerang saat melawan Singapura. Keadaan tersebut bisa dimanfaatkan musuh dalam corak serangan balik. Jika transisi Indonesia tetap belum rapi, seperti saat melawan Vietnam, bisa jadi kesialan berupa gol bakal bersarang lagi di gawang Garuda.
(nva/ptr)

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·