Siswi 15 Tahun Ditikam Berkali-kali di Sekolah, Begini Kronologinya

2 jam yang lalu 4
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang siswi berumur 15 tahun di sebuah sekolah menengah di Banting, negara bagian Selangor, Malaysia, mengalami luka serius setelah diduga ditikam acapkali oleh sesama pelajar pada Senin (6/7/2026). Korban mengalami cedera pada paru-paru kiri dan sekarang menjalani perawatan di rumah sakit, sementara pelaku telah diamankan polisi.

Departemen Pendidikan Selangor (JPN Selangor) mengonfirmasi kejadian tersebut melalui pernyataan resmi pada hari nan sama. Lembaga itu menyatakan peristiwa terjadi di salah satu sekolah di negara bagian tersebut dan saat ini konsentrasi utama adalah memastikan korban memperoleh penanganan medis terbaik.

"JPN Selangor memberikan kerja sama penuh kepada pihak berkuasa untuk memfasilitasi penyelidikan nan sedang berlangsung," demikian pernyataan lembaga tersebut, dilansir The Strait Times, Rabu (8/7/2026).

"Fokus utama saat ini adalah memastikan siswa nan terluka mendapatkan perawatan terbaik dan support diberikan kepada keluarganya," lanjut pernyataan itu.

Selain itu, JPN Selangor juga mengerahkan para konselor serta pembimbing pengarahan dan konseling untuk memberikan support psikososial kepada para siswa, guru, dan staf sekolah nan terdampak oleh kejadian tersebut.

Pihaknya turut mengimbau masyarakat agar tidak memperkirakan maupun menyebarkan info nan belum terverifikasi lantaran dapat mengganggu proses penyelidikan kepolisian.

Kepala Kepolisian Distrik Kuala Langat Mohd Akmalrizal Radzi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kondisi korban saat ini stabil dan pelaku telah ditahan polisi.

Sebelumnya, sejumlah video nan beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang remaja wanita berpakaian hitam melangkah di area sekolah sembari memegang sebilah pisau. Rekaman lainnya menunjukkan para siswa berlarian berupaya menyelamatkan diri ketika kejadian berlangsung.

Hingga kini, polisi belum mengungkap rincian lebih lanjut, termasuk motif penyerangan maupun identitas pelaku. Otoritas menyatakan keterangan resmi lanjutan bakal disampaikan kemudian.

Berdasarkan info awal, pelaku nan juga berumur 15 tahun diketahui telah beberapa bulan tidak masuk sekolah lantaran menjalani perawatan medis. Sejumlah pembimbing disebut sukses menenangkan pelaku sebelum pihak kepolisian dihubungi.

Setelah petugas tiba di lokasi, pelaku langsung diamankan. Polisi juga menyita sebilah pisau nan diduga digunakan dalam penyerangan tersebut sebagai peralatan bukti.

Ayah korban, Muhammad Firuz Ibrahim, 43 tahun, meyakini putrinya kemungkinan bukan sasaran utama dalam kejadian penikaman tersebut. Ia mengatakan putrinya mengenal pelaku lantaran keduanya pernah menjadi kawan sekelas pada tahun sebelumnya.

Di media sosial sempat beredar klaim bahwa pelaku merupakan mantan siswa sekolah tersebut nan diduga telah dikeluarkan dan kembali ke sekolah untuk melakukan tindakan balas dendam. Namun, info tersebut hingga sekarang belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.

"Sepengetahuan saya, siswa tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah, tetapi sedang menjalani tindakan disipliner," kata Firuz nan bekerja sebagai kurir pengiriman.

Firuz menilai putrinya kemungkinan hanya berada di tempat dan waktu nan tidak tepat saat kejadian terjadi sehingga menjadi korban penikaman tersebut.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya