Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) resmi memberikan amandemen sertifikat jenis (amended type certificate) kepada pesawat Boeing 737-7. Dengan persetujuan tersebut, jenis terbaru family 737 MAX itu sekarang resmi memperoleh izin untuk beraksi secara komersial.
Penerbitan sertifikat tersebut juga menjadi tonggak krusial bagi Boeing setelah melalui proses sertifikasi nan berjalan selama bertahun-tahun. Persetujuan FAA sekaligus membuka jalan bagi pengiriman perdana Boeing 737-7 kepada pelanggan.
Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes Stephanie Pope mengatakan sertifikasi tersebut menjadi pengakuan atas ketelitian kreasi pesawat sekaligus kerja keras tim pengembangan Boeing. Ia menambahkan tim Boeing bisa menyelesaikan seluruh persyaratan sertifikasi meski kudu menghadapi beragam tantangan, mulai dari pandemi hingga perubahan proses sertifikasi.
"Sertifikasi ini krusial lantaran memberikan pengesahan terhadap ketelitian kreasi pesawat kami, sekaligus mengakui tekad dan ketangguhan tim pengembangan 737 MAX," ujar Pope dikutip Selasa (4/8/2026).
"Tim kami tetap konsentrasi menyelesaikan seluruh persyaratan demi menghadirkan pesawat nan kondusif dan lebih andal bagi para pengguna kami," katanya.
Sebagai jenis terkecil dengan jangkauan terjauh di family 737 MAX, Boeing 737-7 dirancang untuk mengangkut 135 hingga 160 penumpang dalam konfigurasi dua kelas. Pesawat ini mempunyai jangkauan hingga 7.040 kilometer alias sekitar 10% lebih jauh dibandingkan pesawat sekelas, sekaligus menawarkan efisiensi bahan bakar dan emisi karbon dioksida (CO2) hingga 20% lebih rendah serta tingkat kebisingan 50% lebih mini dibandingkan pesawat nan digantikannya.
Boeing menyebut persetujuan FAA merupakan hasil dari program sertifikasi nan dimulai sejak 2018. Proses tersebut mencakup lebih dari 1.000 jam pengetesan di udara maupun di darat, kajian keselamatan sistem secara menyeluruh, pertimbangan aspek manusia, hingga pembaruan sistem anti-es pada mesin.
Senior Vice President of Product Strategy, Product Development and Development Programs Boeing Mike Sinnett mengatakan perusahaan terus berkoordinasi secara intensif dengan FAA sepanjang proses sertifikasi.
"Melalui proses sertifikasi ini, Boeing makin memahami standar izin terkini nan diproyeksikan bakal mengakselerasi pengembangan pesawat ke depan, dengan penekanan ulang pada aspek manusia, keselamatan, serta kualitas," ujarnya.
Boeing berbareng Southwest Airlines sebagai pengguna peluncur sekarang tengah mempersiapkan pengiriman perdana Boeing 737-7, termasuk menyelesaikan konfigurasi akhir pesawat. FAA juga telah memperbarui Sertifikat Produksi Boeing No. 700 agar mencakup model 737-7.
Hingga akhir Juni 2026, family Boeing 737 MAX telah mengantongi lebih dari 7.200 pesanan di seluruh dunia, dengan lebih dari 2.300 unit telah dikirimkan kepada pelanggan. Selain 737-7, Boeing juga tetap melanjutkan proses sertifikasi untuk jenis terbesar, ialah 737-10.
(tfa/sef)
[Gambas:Video CNBC]

2 jam yang lalu
6







English (US) ·
Indonesian (ID) ·