Kepala SMA Negeri 2 Brebes, Sriningsih (kerudung kuning) berbareng staf dan siswi SMA Negeri 2 Brebes.(MI/SUPARDJI RASBAN)
SEKOLAH di beragam wilayah sekarang wajib mendorong budaya literasi dan numerasi. Tujuannya, agar siswa bisa berpikir kritis dan menganalisis informasi, bukan sekadar membaca alias berbilang dasar.
Hal itu juga dilakukan di SMA Negeri 2 Brebes, Jawa Tengah, dan sudah menjadi kebiasaan. Oleh lantaran itu, para siswa sangat mengerti gimana mengelola referensi sehingga menjadi produk.
“Di SMA Negeri 2 Brebes ini telah melaksanakan program literasi di mana salah satu dari 5 hari mengajar, para siswa bakal membaca sebuah referensi nan telah disediakan oleh para guru,” ujar Kepala SMA Negeri 2 Brebes, Sriningsih, di sekolahnya, Selasa (4/7).
Sriningsih menuturkan dari referensi tersebut, siswa bakal mempelajari, menelaah dan mengetahui apa saja poin-poin dan apa saja nan diceritakan pada referensi tersebut.
"Para siswa bakal mengirimkan hasil karyanya, dan kelak para pembimbing bakal memilih karya terbaik dari seluruh karya nan telah dikirimkan,” terang Sriningsih.
Sriningsih menyebut literasi ini sangat berfaedah bagi remaja ataupun generasi muda di SMA 2 maupun di luar SMA Negeri 2. Karena dengan literasi ini dapat membangun logika kritis anak SMA ataupun remaja nan ada di Kabupaten Brebes.
“Termasuk mendukung kesuksesan dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) ataupun di Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Dan juga mengajarkan kita untuk beragam perihal agar siswa-siswi SMA Negeri 2 bisa mempermudah belajar TKA,” jelas Sriningsih.
Menurut Sriningsih dengan pembiasaan literasi nan dilaksanakan setiap hari, sebenarnya itu juga salah satu langkah memudahkan anak-anak ketika mengerjakan soal-soal berbasis TKA alias untuk masuk ke perguruan tinggi.
“Alhamdulillah, untuk masuk ke perguruan tinggi di jalur mandiri, jalur prestasi, jalur kedinasan, jalur nan menggunakan rapot ya, itu banyak sekali. Ya antara 100-an lebih jika dihitung semuanya di Perguruan Tinggi Negeri,” paparnya.
Ia menambahkan dari pembiasaan literasi ini, juga sebanyak 43 kitab karya siswa di SMA Negeri 2 telah diterbitkan dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi siswa maupun pembimbing dan sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·