Ilustrasi(Antara)
PEMERINTAH Spanyol dan Maroko secara resmi menyepakati percepatan proses deportasi bagi para imigran nan memasuki wilayah Ceuta secara ilegal. Langkah ini diambil menyusul lonjakan tajam arus migrasi di kota otonom Spanyol nan terletak di pesisir Afrika Utara tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan bahwa kesepakatan ini bermaksud untuk memperkuat koordinasi bilateral dalam menangani tekanan migrasi nan meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kedua negara berkomitmen untuk menerapkan langkah-langkah teknis nan memungkinkan pemindahan segera bagi mereka nan melanggar prosedur perbatasan.
"Kedua negara telah sepakat untuk memperkuat koordinasi dan upaya berbareng guna menangani arus imigrasi ini, serta meninjau dan menerapkan langkah-langkah nan bakal memungkinkan pemindahan segera ke Maroko bagi semua orang nan telah memasuki Ceuta secara ilegal," tulis pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Spanyol pada Kamis malam (30/7) waktu setempat.
Lonjakan Arus Migrasi di Ceuta
Wilayah Ceuta menjadi titik panas krisis migrasi setelah tercatat adanya peningkatan signifikan jumlah perseorangan nan mencoba menyeberang dari Maroko. Para imigran dilaporkan menggunakan beragam langkah untuk menembus barikade perbatasan, mulai dari berenang menyusuri pantai hingga melangkah kaki melalui jalur-jalur ilegal.
Situasi ini memicu respons sigap dari otoritas keamanan kedua negara. Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, dilaporkan terus menjalin komunikasi intensif dengan mitranya, Mendagri Maroko Abdelouafi Laftit, guna memastikan penerapan kebijakan deportasi ini melangkah efektif di lapangan.
Poin Utama Kesepakatan Spanyol-Maroko:
- Memperkuat koordinasi keamanan di garis perbatasan Ceuta.
- Penerapan prosedur pemindahan segera (deportasi) ke Maroko bagi imigran ilegal.
- Peninjauan langkah-langkah teknis untuk menangani lonjakan arus migrasi mendadak.
Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara. Sebelumnya, Spanyol juga telah memperketat pengamanan di wilayah Melilla setelah adanya upaya penerobosan massal di pos perbatasan Beni Ansar.
Patroli kepolisian dan militer Spanyol tetap disiagakan di titik-titik rawan sepanjang perbatasan untuk mencegah masuknya imigran secara ilegal, sembari menunggu penerapan penuh dari sistem deportasi nan telah disepakati dengan otoritas Maroko. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·