Spider-Man: Brand New Day Perbaiki Kesalahan Plot X-Men: The Last Stand

1 jam yang lalu 3
 The Last Stand Ilustrasi.(Magnific)

DUNIA perfilman pahlawan super kembali diguncang oleh kembalinya Marvel ke layar lebar dengan langkah nan sangat gemilang. Meskipun antisipasi sudah sangat tinggi terhadap kembalinya Tom Holland sebagai Peter Parker dalam Spider-Man: Brand New Day, movie solo keempat sang pahlawan berayun jaring ini mencatatkan sejarah di box office. Kesuksesan ini sebagian besar didorong oleh sungguh bumi saat ini memerlukan sosok Spider-Man.

Peter Parker selalu menjadi lambang optimisme di tengah bumi nan keras. Spider-Man 4 mendorong narasi ini lebih jauh dari sebelumnya. Dalam cerita baru ini, Peter berada di titik terendahnya setelah menghabiskan empat tahun terakhir dalam isolasi total. Setelah semua orang melupakan identitasnya pasca peristiwa Spider-Man: No Way Home, dia mendefinisikan dirinya hanya sebagai Spider-Man dan tidak ada nan lain.

Menyempurnakan Plot The Cure dari X-Men: The Last Stand

Tema kesenyapan membikin movie ini terasa sangat kuat. Namun nan menarik adalah gimana movie ini sukses memperbaiki alur cerita nan sempat dianggap kandas dalam trilogi original X-Men, khususnya The Last Stand. Penggemar tentu ingat movie ketiga X-Men tersebut dianggap kurang menghormati karakter seperti Jean Grey, Cyclops, Angel, hingga Mystique.

The Last Stand menggabungkan Dark Phoenix Saga dengan konsep The Cure (obat penyembuh mutasi), nan menghasilkan sekuel nan tidak fokus. Tema utama cerita tersebut kandas memberikan akibat emosional, terutama pada karakter Rogue.

Rogue seolah-olah dihapus dari narasi ketika konsep obat penyembuh muncul. Ini membuat klaim Storm bahwa tidak ada nan salah dengan mutasi terasa hambar.

Spider-Man: Brand New Day mengelola resonansi tematik ini dengan jauh lebih baik. Terjebak dalam kesepian, Peter tidak mempunyai konsep hubungan nan sehat dengan dirinya sendiri. Stres nan dialaminya menyebabkan ketidakseimbangan hormonal nan meningkatkan DNA arakhnidanya, sehingga kekuatannya menjadi tidak terkendali.

Peter mulai menganggap dirinya sebagai monster dan menciptakan perangkat penahan teknologi untuk meredam keanehan nan dia rasakan. Ia percaya bahwa kekuatannya adalah sesuatu nan kudu diperbaiki alih-alih diterima.

Penerimaan Diri dan Kehadiran Jean Grey

Meskipun MJ (Zendaya) tidak lagi mengingat Peter, dia tetap menjadi sosok nan mendorong Peter untuk menerima perubahan nan dia alami. Melalui perjalanan ini, Peter mulai menyadari bahwa isolasi nan dia lakukan sangat berbisa bagi kesehatan mentalnya. Tema penerimaan diri ini menjadi inti dari film dan tidak hanya bertindak bagi Peter Parker.

Marvel tampaknya mulai menangani X-Men dengan langkah nan betul di dalam MCU. Selain busur karakter Peter, movie ini juga memperkenalkan Sadie Sink sebagai Jean Grey. Jean digambarkan berjuang dengan mutasinya dengan langkah nan sama seperti Peter berjuang dengan nilai dirinya.

Berbeda dengan The Last Stand, Brand New Day menunjukkan potensi Jean sebagai mutan tingkat Omega dan ujian berat dalam menerima diri sendiri. Ketika Jean mulai menggunakan kekuatannya secara destruktif lantaran tekanan dunia, Peter menolak untuk melihatnya sebagai kasus nan hilang. Ia membantu Jean memahami bahwa nilai dirinya tidak boleh didefinisikan oleh kesalahannya.

Spider-Man: Brand New Day tidak memasukkan karakter ke dalam kotak-kotak tertentu, melainkan mendorong mereka untuk menjadi diri sendiri, terutama di saat-saat tersulit. Entri terbaru dalam semesta Spider-Man ini menjadi nan terbaik lantaran sukses melandaskan Peter dalam cerita emosional nan sangat dibutuhkan penonton saat ini. (Collider/I-2)

Selengkapnya