Sri Sultan: Indonesia Berdaulat dan Makmur bukan Cita-Cita di Atas Kertas

1 jam yang lalu 3
 Indonesia Berdaulat dan Makmur bukan Cita-Cita di Atas Kertas Peserta mengikuti Kirab memperingati HUT, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Pagelaran Keraton Yogyakarta( ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.)

MEMPERINGATI Hari Kemerdekaan RI, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X membujuk segenap masyarakat untuk kembali menundukkan hati dan mensyukuri kemerdekaan nan telah diwariskan melalui pengorbanan kekayaan dan nyawa para pendahulu bangsa. Perjuangan tersebut menjadi pengingat untuk bersama-sama meneguhkan tekad menjaga kemerdekaan secara sungguh-sungguh dengan mewujudkan Indonesia nan berdaulat, adil, dan makmur dalam laku nyata sehari-hari.

"Tahun ini, peringatan Ke-81 Kemerdekaan RI mengusung tema 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur'. Menjadikan Indonesia nan berdaulat, adil, dan makmur bukan hanya cita-cita di atas kertas, melainkan laku nyata nan kita jalani bersama, hari demi hari," pesan Sri Sultan Ajakan tersebut disampaikan Sri Sultan dalam Malam Tirakatan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Minggu (16/8) malam.

 Sri Sultan menyebutkan, kedaulatan tanpa keadilan hanya bakal melahirkan kekuatan nan timpang. Sedangkan keadilan tanpa kemakmuran hanya menyisakan cita-cita nan tak berpijak pada kenyataan.

Sementara itu, kemakmuran tanpa kedaulatan hanya kemakmuran nan rentan dan mudah goyah oleh kepentingan dari luar. Karena itu, kata dia, ketiganya kudu digenggam bersama, sebagaimana telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.

"Selain merenung, di Malam Tirakatan ini, hendaklah kita bersyukur. Karena, inilah saat nan tepat untuk merefleksi keinsyafan kita, untuk kemudian berbenah memperbaiki sikap dan tindakan ke depan. Dengan introspeksi, niscaya kita memetik hikmah dari setiap dinamika nan kita lalui. Dan bersyukur, bahwa tetap ada potensi, untuk dijadikan modal menjawab beragam tantangan nan ada," tutur Sri Sultan.

Pada kesempatan tersebut, Sri Sultan juga membujuk masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan dan menapaktilasi jejak sejarah nan telah mereka tinggalkan.(H-4)

Selengkapnya