Srikandi Merdeka Cup sebagai Ruang Pembinaan dan Pengalaman Internasional

1 jam yang lalu 3
Srikandi Merdeka Cup sebagai Ruang Pembinaan dan Pengalaman Internasional Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi ruang bagi pesepakbola putri U-16 dari tujuh negara.(MI/Khoerun Nadif Rahmat)

SRIKANDI Merdeka Cup 2026 menjadi ruang bagi pesepakbola putri U-16 dari tujuh negara untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional sekaligus mengembangkan keahlian dan mental bertanding sejak dini.

Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, mengatakan kehadiran delapan tim dari tujuh negara menunjukkan semakin berkembangnya pembinaan sepak bola putri, termasuk di Indonesia.

Menurutnya, turnamen tersebut dapat menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk mengukur keahlian menghadapi musuh dengan karakter permainan berbeda.

"Kami mau menghadirkan kejuaraan nan berbobot agar setiap perseorangan dapat belajar satu sama lain, menjunjung tinggi sportivitas dan menumbuhkan mentalitas bertanding sejak awal hingga nantinya mereka mempunyai bekal untuk melangkah ke level profesional," ucap Teddy pada Kamis (13/8).

Teddy menambahkan Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino tidak hanya menghadirkan pertandingan kompetitif, tetapi juga ruang bagi pemain, pembimbing dan tim ofisial untuk tumbuh berbareng dalam ekosistem sepak bola putri.

"Kami mau seluruh pemain, pembimbing hingga tim official nan terlibat dalam turnamen internasional ini membawa pulang pengalaman positif," kata Teddy.

Hal itu terlihat dari persiapan masing-masing peserta nan membawa tujuan berbeda. Malaysia, misalnya, datang dengan sasaran tinggi. Pelatih Fairuz Montana Bin Zainal Abidin menegaskan timnya tidak datang ke Kudus untuk berlibur.

"Kami datang bukan untuk holiday tapi kami ke sini untuk menjadi juara dan mengalahkan tuan rumah," ujar Fairuz.

Sementara itu, Yordania memanfaatkan turnamen tersebut untuk menambah jam terbang internasional. Mereka apalagi kudu menjalani dua turnamen dalam kurun waktu dua pekan.

"Kami sadar bahwa cukup menantang untuk menjalani dua turnamen dalam kurun waktu dua minggu. Namun tujuan utama kami adalah memberikan jam terbang pertandingan internasional bagi para pemain," kata pembimbing Yordania Luna Rami Amin Almasri.

Hong Kong juga membawa sejumlah pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional. Sebelumnya, mereka menjalani pemusatan latihan di Jepang.

"Kami juga membawa beberapa pemain muda ke sini untuk mendapatkan pengalaman bertanding di tingkat internasional," ujar pembimbing Chan Shuk Chi.

Arab Saudi pun menjadikan Srikandi Merdeka Cup sebagai kesempatan mengukur keahlian pemainnya saat menghadapi tim dari negara Asia lainnya.

"Kami mau agar pemain kami mendapatkan pengalaman bertanding nan berbobot melawan tim dari negara-negara lain dari Asia, sehingga kami dapat memandang sejauh mana level kami," kata pembimbing Aikaterini Falida.

Tailan menjadikan turnamen tersebut sebagai pemanasan menuju Kualifikasi Piala Asia Putri. Pelatih Thidarat Wiwasukhu mengatakan timnya telah melakukan persiapan sejak bulan lalu.

"Kami berambisi para pemain dapat menampilkan performa terbaik mereka di turnamen ini," ujar Thidarat.

Sementara itu, Singapura menyoroti aspek penyelenggaraan. Pelatih Chiang Wei Jian Jeremy mengapresiasi akomodasi nan disiapkan sejak kehadiran timnya di Indonesia.

"Sejak kami tiba, terlihat jelas sungguh profesionalnya seluruh akomodasi nan disiapkan, mulai dari transportasi hingga penanganan media," kata Chiang.

Srikandi Merdeka Cup 2026 diikuti delapan tim dari tujuh negara, ialah Indonesia nan menurunkan Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, Arab Saudi, Yordania, Tailan, Malaysia, Singapura dan Hong Kong. Turnamen tersebut berjalan di Supersoccer Arena, Kudus, pada 14-23 Agustus. (Z-10)

Selengkapnya