ARTICLE AD BOX
loading...
Khudori, Anggota Komite Ketahanan Pangan INKINDO dan Pegiat Komite Pendayagunaan Pertanian dan AEPI. Foto/Ist
Khudori
Anggota Komite Ketahanan Pangan INKINDO
Pegiat Komite Pendayagunaan Pertanian dan AEPI
STATISTIK itu seumpama pisau dapur. Ia netral. Di tangan seorang koki, pisau dapur bisa menjadi perangkat menciptakan hidangan nan super lezat dan bergizi.
Akan tetapi, di tangan pembunuh berdarah dingin, ceritanya bakal lain. Pisau bisa berubah menjadi perangkat untuk mencabut nyawa. Tanpa kenal belas kasihan. Melalui afinitas ini, pendek kata, statistik sebetulnya baik. Ia bisa membantu manusia menjelaskan perihal tak jelas.
Dalam bumi jurnalistik, wartawan seringkali kudu memungut info untuk memperkuat tulisan. Salah satunya berupa angka. Selain kudu disajikan secara teliti, logis, dan tidak rumit, nomor kudu bisa 'berbicara'.
Caranya, menempatkan nomor dalam konteks kalimat dengan langkah membandingkannya dengan perihal lain. Angka tidak begitu berfaedah alias tidak bisa 'bicara' tanpa dibandingkan nilai relatifnya.
Sebagian besar nomor statistik dapat dibandingkan dengan statistik sejenis menurut waktu. Misalnya, membandingkan dengan nomor tahun lampau alias kuartal finansial mendatang.
Statistik juga dapat dibandingkan dengan statistik sejenis menurut tempat. Misalnya, dibandingkan dengan negara tetangga alias perusahaan pesaing.
Contohnya, persediaan devisa Indonesia akhir Mei 2026 tercatat USD144,9 miliar alias setara pembiayaan 5,6 bulan impor alias 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Angka ini lebih 'berbicara' setelah, misalnya, dibandingkan dengan persediaan devisa Desember 2025 nan mencapai USD156,5 miliar setara pembiayaan 6,4 bulan impor alias 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Jadi, di tangan wartawan alias seorang pencerita, info statistik bisa digunakan untuk menciptakan cerita. Sebuah nomor bisa menggambarkan narasi nan diinginkan. Mau bikin suasana kota tidak aman, tinggal bilang saja nomor kejahatan naik tinggi.
Mau buat pendapatan di sebuah perusahaan merata, sajikan saja menggunakan rata-rata hitung (mean) gaji. Angka itu elastis. Ia bisa dibengkokkan, dibesar-besarkan, alias dikecilkan sesuai kebutuhan. Statistik itu fleksibel: bisa digunakan sesuai cerita.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·