Duet petenis Indonesia Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi saat tampil di SEA Games 2025.(ANTARA/Nova Wahyudi)
PENGURUS Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) resmi menerapkan strategi training on the road sebagai pilar utama persiapan atlet nasional menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pola ini mengedepankan partisipasi dalam beragam turnamen internasional sebagai sarana latihan nan dinilai lebih efektif dibandingkan rutinitas latihan konvensional.
Sekretaris Jenderal PP PELTI, Andi Fajar, menjelaskan bahwa karakter bagian olahraga tenis sangat berjuntai pada jam terbang dan pengalaman bertanding. Melalui rangkaian turnamen, para atlet diharapkan dapat mengasah mental, menghadapi tekanan pertandingan, serta meningkatkan ranking bumi secara simultan.
"Persiapan kita adalah training on the road. Anak-anak kita latihannya melalui turnamen, lantaran pertandingan itu menjadi bagian dari proses persiapan menuju Asian Games," ujar Andi Fajar saat dikonfirmasi pada Senin (4/8).
Fokus pada Sektor Putri dan Proyeksi Medali
PP PELTI memandang kesempatan lencana nan cukup realistis ada pada sektor putri. Hal ini didasari oleh performa impresif sejumlah atlet di kancah global, seperti Janice Tjen nan sukses menembus semifinal WTA Washington DC dan Aldila Sutjiadi nan tengah bersiap menghadapi Grand Slam Amerika Serikat (AS) Terbuka.
Selain nomor tunggal melalui Janice, nomor dobel putri juga diproyeksikan menjadi tumpuan Indonesia untuk membawa pulang lencana dari Jepang. Saat ini, PP PELTI telah mengantongi 10 nama atlet nan diajukan untuk memperkuat skuad Merah Putih, meski keputusan akhir tetap menunggu finalisasi dari pemerintah.
Berikut adalah daftar atlet nan dipersiapkan untuk Asian Games 2026:
| Janice Tjen | Muhammad Rifqi Fitriadi |
| Aldila Sutjiadi | Christopher Rungkat |
| Priska Madelyn Nugroho | Anthony Susanto |
| Anjali Kirana Junarto | Lucky Candra Kurniawan |
| Meydiana Laviola Reinnamah | Muhammad Gunawan Trismuwantara |
Kesiapan Mental dan Fisik
Melalui strategi ini, para atlet tidak hanya dipantau dari sisi fisik, tetapi juga kemampuannya menghadapi musuh dengan level permainan nan berbeda-beda. Priska Nugroho, misalnya, saat ini aktif menjalani turnamen ITF, sementara atlet putra seperti Rifqi Fitriadi dan Christopher Rungkat terus menjaga ritme kejuaraan mereka.
PP PELTI berambisi saat Asian Games 2026 dimulai, seluruh atlet sudah berada dalam kondisi puncak (peak performance).
"Harapan kami mereka datang dalam kondisi siap lantaran sudah terbiasa bertanding melawan pemain-pemain terbaik sebelum tampil di Asian Games," pungkas Andi. (Ant/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·