Strava Ubah Kebijakan AI, Pengguna Premium Kini tak Bisa Matikan Athlete Intelligence

1 jam yang lalu 3
Strava Ubah Kebijakan AI, Pengguna Premium Kini tak Bisa Matikan Athlete Intelligence Strava hapus opsi opt-out fitur AI Athlete Intelligence(T3)

PLATFORM pencarian kebugaran Strava resmi memperbarui kebijakan pada fitur kepintaran buatan (artificial intelligence/AI) milik mereka, Athlete Intelligence. Pengguna nan mendapatkan fitur tersebut sekarang tidak lagi mempunyai pilihan untuk menonaktifkannya alias melakukan opt-out.

Perubahan ini menjadi sorotan lantaran sebelumnya pengguna dapat memilih untuk keluar dari fitur AI tersebut.

Informasi terbaru itu tercantum dalam laman resmi Strava nan diperbarui pada Agustus 2026. 

Dalam bagian FAQ, Strava menyatakan bahwa tidak tersedia opsi untuk melakukan opt-out dari Athlete Intelligence.

Apa Itu Athlete Intelligence?

Athlete Intelligence merupakan fitur berbasis generative AI nan menganalisis info aktivitas olahraga pengguna dan mengubahnya menjadi rangkuman serta wawasan mengenai performa. 

Sistem dapat menggunakan info aktivitas, termasuk info kesehatan dan lokasi, untuk menghasilkan kajian nan lebih personal.

Fitur ini dapat memberikan insight mengenai sejumlah metrik, seperti kecepatan alias pace, Grade Adjusted Pace, debar jantung, area debar jantung, hingga area pace dan power. 

Pengguna juga dapat mengetuk opsi “Say More” untuk mendapatkan kajian nan lebih mendalam.

Athlete Intelligence saat ini tersedia untuk pengguna Strava dan pengguna nan sedang menjalani masa uji coba gratis. 

Fitur tersebut mendukung sejumlah aktivitas seperti lari, bersepeda, hiking, melangkah kaki, serta beberapa aktivitas virtual.

Tak Bisa Lagi Dimatikan

Menurut laporan Lifehacker, hilangnya opsi untuk mematikan Athlete Intelligence berarti pengguna nan tidak menginginkan rangkuman AI tidak lagi dapat menonaktifkan fitur tersebut melalui pengaturan.

Perubahan ini berbeda dengan saat Athlete Intelligence pertama kali diperkenalkan pada 2024. 

Ketika tetap berstatus beta, Strava menyediakan pilihan bagi pengguna untuk keluar dari fitur tersebut melalui tombol “Leave the beta”.

Kini, setelah fitur tersebut tidak lagi berada dalam tahap beta, Strava menghapus pilihan tersebut.

Perusahaan justru mengarahkan pengguna untuk memberikan masukan andaikan rangkuman AI dianggap kurang akurat, tidak membantu, alias tidak sesuai dengan aktivitas mereka.

AI Menganalisis Aktivitas Sebelumnya

Athlete Intelligence tidak hanya memandang satu aktivitas. Strava menjelaskan bahwa sistem dapat mempertimbangkan aktivitas sebelumnya nan relevan ketika menghasilkan insight. 

Dalam contoh tertentu, AI dapat memandang info hingga 30 hari sebelumnya untuk menganalisis Relative Effort.

Meski demikian, hasil kajian tersebut hanya dapat dilihat oleh pemilik akun dan saat ini fitur Athlete Intelligence hanya tersedia melalui aplikasi seluler, bukan situs web Strava.

Mengapa Opsi Opt-Out Dihapus?

Strava tidak lagi menyediakan sistem opt-out karena Athlete Intelligence sekarang diperlakukan sebagai bagian dari fitur reguler, bukan fitur beta. 

Sebagai gantinya, pengguna dapat menekan “Give feedback” dan menilai rangkuman nan diberikan, mulai dari sangat membantu hingga tidak membantu alias dianggap ofensif.

Dengan perubahan tersebut, pengguna Strava nan memperoleh Athlete Intelligence sekarang tidak mempunyai kontrol untuk mematikannya secara mandiri. 

Bagi pengguna nan keberatan dengan kajian AI, pilihan nan disediakan Strava saat ini adalah memberikan feedback terhadap insight nan dihasilkan.

(Strava Support/Strava Press/Life Hacker/P-4)

Selengkapnya