Studi Terbaru: Lubang Hitam Supermasif Lepaskan Energi Setara Miliaran Supernova

56 menit yang lalu 3
 Lubang Hitam Supermasif Lepaskan Energi Setara Miliaran Supernova Gambar komposit ini menunjukkan sebuah quasar, ialah kelas lubang hitam supermasif nan langka dan ekstrem, nan terletak sekitar 3,4 miliar tahun sinar dari Bumi.(Sumber gambar: Sinar-X: NASA/CXC/Univ. of Nottingham/H. Russell et al.; Radio: NSF/NRAO/VLA; Pengolahan Gambar: NASA/CXC/SAO/N. Wolk)

SELAMA ini, lubang hitam supermasif dikenal sebagai objek kosmik dengan gravitasi ekstrem nan bisa menarik segala materi, termasuk cahaya, ke dalam kegelapan abadi. Namun, temuan terbaru mematahkan persepsi tunggal tersebut. Raksasa kosmik ini rupanya juga berkedudukan sebagai "mesin" daya raksasa nan bisa menyemburkan kekuatan luar biasa ke lingkungan sekitarnya.

Sebuah studi nan dipimpin oleh Satoshi Yamada dari Universitas Tohoku, Jepang, mengungkapkan bahwa angin nan dihasilkan oleh lubang hitam supermasif aktif mempunyai kekuatan sekitar 100 kali lebih besar dari perkiraan para intelektual sebelumnya. Energi nan dilepaskan melalui aliran gas ini diperkirakan setara dengan ledakan miliaran supernova secara bersamaan.

"Lubang hitam sebagian besar dikenal lantaran menyedot materi, tetapi mereka juga mengeluarkan gas dalam corak angin nan sangat kuat," ujar Yamada dalam pernyataan resminya. Dampak dari semburan ini menciptakan turbulensi pada gas panas nan menyebar hingga radius 300.000 tahun cahaya, sebuah jarak nan jauh melampaui pemisah galaksi induknya.

Mengamati Kuasar H1821+643

Untuk membedah kejadian ini, tim peneliti memfokuskan pengamatan pada H1821+643, sebuah kuasar terang nan terletak di konstelasi Draco. Objek ini berjarak sekitar 3,4 miliar tahun sinar dari Bumi dan berada di pusat gugus galaksi nan sangat padat.

Berikut adalah profil teknis dari objek penelitian tersebut berasas info nan dihimpun:

Parameter Detail Informasi
Nama Objek H1821+643 (Kuasar)
Lokasi Konstelasi Draco
Jarak dari Bumi 3,4 Miliar Tahun Cahaya
Massa Lubang Hitam 3 hingga 4 Miliar kali massa Matahari
Instrumen Pengamatan Satelit XRISM (Jepang)
Jangkauan Pengaruh 300.000 Tahun Cahaya

Jejak Atom Besi dan Turbulensi Kosmik

Pengamatan dilakukan selama satu pekan pada September 2024 menggunakan satelit sinar-X XRISM (X-Ray Imaging and Spectroscopy Mission) milik Jepang. Para peneliti melacak jejak atom besi terionisasi di dalam gas panas nan menyelimuti kuasar tersebut.

Melalui kajian perubahan karakter sinar nan dipancarkan oleh ion besi, tim peneliti sukses memperkirakan kecepatan pergerakan gas dan tingkat turbulensi nan terjadi. Hasilnya mengonfirmasi adanya gelombang kejut masif nan didorong oleh daya dari pusat lubang hitam.

Temuan ini membuktikan bahwa pengaruh lubang hitam tidak terbatas pada wilayah pusat galaksi saja, melainkan bisa menjangkau lingkungan kosmik nan jauh lebih luas. Hal ini sekaligus memperkuat teori bahwa lubang hitam adalah salah satu penggerak utama dinamika gas di alam semesta.

Misteri Rotasi nan Lambat

Selain kekuatannya nan dahsyat, H1821+643 menyimpan karakter lain. Data dari Observatorium Sinar-X Chandra milik NASA pada 2022 menunjukkan bahwa lubang hitam ini berputar jauh lebih lambat dibandingkan lubang hitam nan berukuran lebih kecil.

Para intelektual menduga pertumbuhan raksasa ini terjadi melalui serangkaian penggabungan (merger) dengan lubang hitam lain dari beragam arah nan tidak teratur. Proses ini berbeda dengan pertumbuhan melalui cakram akresi nan stabil, nan biasanya justru mempercepat putaran rotasi.

"Untuk pertama kalinya, kami telah menunjukkan bahwa lubang hitam memengaruhi lingkungan kosmik nan lebih luas melalui gelombang kejut dengan kekuatan nan menakjubkan," pungkas Yamada. Penelitian mendalam mengenai kejadian ini telah resmi diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy pada 28 Juli 2026. (space/Z-1)

Selengkapnya