Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Gunung Bromo, Jawa Timur, rupanya belum juga padam meski sudah berjalan sejak Senin (3/8). Hingga Sabtu (8/8) malam, tim campuran tetap berjibaku memadamkan api nan membentang di dua wilayah sekaligus yakni Bromo Watu Gede (Kabupaten Probolinggo) dan area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jantur (Kabupaten Malang).
Data terbaru BNPB mencatat luas lahan nan terbakar sudah tembus 176,20 hektare dan nomor ini tetap bisa bertambah lantaran proses pendataan belum rampung.
Operasi udara pun dikerahkan. Bukan hanya tim darat dengan truk pemadam dan metode manual gepyok, BNPB dan Pemprov Jawa Timur sampai menerjunkan dua unit helikopter, satu dari Puspenerbal TNI AL dan satu lagi dari BNPB, masing-masing berkapasitas angkut air 1.000 liter. Lanud Abdulrachman Saleh pun disiapkan sebagai posko operasi udara.
Kendala di lapangan relatif berat dengan kontur lereng Kaldera Bromo nan terjal membikin titik api susah dijangkau lewat darat, sehingga jalur udara jadi jagoan utama.
"Kondisi ini menyebabkan operasi udara menjadi salah satu upaya krusial untuk menjangkau area nan tidak dapat diakses secara optimal melalui jalur darat," ujar Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Imbasnya, sejak 3 Agustus pukul 22.00 WIB, sebagian area wisata Gunung Bromo ditutup sementara, termasuk pintu masuk dari arah Kabupaten Malang dan Lumajang, tanpa pemisah waktu nan jelas kapan bakal dibuka kembali.
"BNPB berbareng seluruh unsur mengenai bakal terus melakukan pemantauan dan penanganan secara terpadu, baik melalui operasi darat maupun udara, untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya," kata Abdul Muhari.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dari kejadian ini.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·