ilustrasi(Antara)
Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) memperkirakan gelombang panas ekstrem kembali melanda sebagian besar wilayah negara itu pada Rabu (22/7). Selain suhu tinggi, lembaga tersebut juga memperingatkan potensi cuaca tidak stabil di wilayah timur laut Jepang nan berisiko memicu hujan lebat dan angin besar petir. Menurut JMA, suhu udara diperkirakan kembali mencapai tingkat nan sangat tinggi setelah sehari sebelumnya temperatur menembus lebih dari 40 derajat Celsius di Prefektur Gifu dan Aichi.
Pada siang hari, suhu maksimum diproyeksikan menyentuh 40 derajat Celsius di Kota Kumagaya dan Kota Nagoya. Sementara itu, Kota Maebashi, Saitama, Kofu, dan Gifu diperkirakan mencapai 39 derajat Celsius. Suhu sekitar 38 derajat Celsius diprediksi terjadi di Kyoto, Takamatsu, Okayama, dan Hita, sedangkan Tokyo serta Osaka diperkirakan mengalami suhu hingga 37 derajat Celsius.
Seiring meningkatnya akibat kesehatan akibat cuaca panas, JMA telah mengeluarkan peringatan heatstroke untuk 41 prefektur nan membentang dari area Tohoku hingga Okinawa.
Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo melaporkan sebanyak 287 orang berumur antara tiga hingga 103 tahun kudu dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (21/7) lantaran diduga mengalami sengatan panas alias heatstroke.
Pemerintah dan otoritas cuaca mengimbau masyarakat menggunakan pendingin ruangan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengonsumsi garam sesuai kebutuhan, serta membatasi aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama guna mengurangi akibat heatstroke.
Di sisi lain, masuknya udara lembap ke sistem front cuaca menyebabkan atmosfer di wilayah Tohoku menjadi tidak stabil. Beberapa wilayah diperkirakan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas hingga 40 milimeter per jam nan disertai petir.
JMA juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor, banjir di wilayah dataran rendah, luapan sungai, sambaran petir, serta angin kencang nan dapat menyertai cuaca ekstrem tersebut. (Ant/E-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·