Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan luar biasa mengguncang sebuah tambang batu bara di Provinsi Balochistan, Pakistan, pada Kamis (30/7/2026), menewaskan sedikitnya 11 pekerja tambang dan menyebabkan puluhan lainnya tetap terjebak di bawah tanah. Tim penyelamat sekarang berpacu dengan waktu untuk mencari para korban nan lenyap di kedalaman lebih dari 1.200 meter.
Mengutip Reuters, ledakan tersebut terjadi di area Sorange, wilayah terpencil nan terletak tidak jauh dari ibu kota Provinsi Balochistan, Quetta. Otoritas menduga ledakan dipicu oleh akumulasi gas metana di dalam tambang.
Inspektur pertambangan pemerintah, Ghani Baloch, mengatakan jasad 11 penambang sukses ditemukan beberapa jam setelah kejadian terjadi.
Menurutnya, operasi pencarian dan pengamanan tetap terus berjalan dengan melibatkan petugas penyelamat, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi (Provincial Disaster Management Authority/PDMA), serta beragam tim tanggap darurat lainnya.
"Petugas penyelamat nan dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Provinsi dan tim tanggap darurat lainnya bakal terus melakukan pencarian hingga seluruh penambang nan terjebak sukses diketahui keberadaannya," katanya.
Inspektur Utama Pertambangan Provinsi Balochistan, Muhammad Atif, mengatakan saat ledakan terjadi terdapat 36 orang nan berada di bagian tambang nan kemudian runtuh akibat ledakan.
Hingga Kamis malam waktu setempat, sebanyak 28 penambang tetap dinyatakan lenyap dan belum sukses ditemukan.
Atif mengatakan operasi pengamanan berjalan di kedalaman sekitar 4.000 kaki alias sekitar 1.219 meter di bawah permukaan tanah.
"Kami berambisi tetap bisa menemukan beberapa penambang dalam keadaan hidup, tetapi peluangnya kecil," ujarnya kepada Reuters.
Menurut pihak berwenang, ledakan diyakini disebabkan oleh penumpukan gas metana di dalam terowongan tambang.
Gas metana merupakan salah satu ancaman utama dalam industri pertambangan batu bara lantaran sangat mudah terbakar dan dapat memicu ledakan besar andaikan terakumulasi dalam jumlah tinggi tanpa sistem ventilasi nan memadai.
Adapun kecelakaan kerja di sektor pertambangan batu bara bukanlah perihal baru di Pakistan, terutama di Provinsi Balochistan nan selama bertahun-tahun dikenal mempunyai catatan keselamatan kerja nan buruk.
Banyak tambang di wilayah tersebut disebut tidak mempunyai sistem ventilasi nan memadai, perangkat pemantauan gas nan memadai, maupun standar keselamatan dasar lainnya.
Kelompok pekerja dan para pekerja tambang selama ini berulang kali menuding pemilik tambang kandas menerapkan patokan keselamatan kerja secara memadai. Mereka juga menuduh banyak perusahaan tambang tidak menyediakan perlengkapan pelindung nan layak bagi para pekerja.
Kondisi tersebut membikin para penambang kudu bekerja dalam lingkungan nan sangat berisiko setiap harinya.
Meski menghadapi akibat tinggi dan bayaran nan relatif rendah, industri batu bara tetap menjadi sumber penghidupan utama bagi ribuan family di Balochistan.
Provinsi tersebut merupakan wilayah terbesar di Pakistan dari sisi geografis, namun juga termasuk nan paling tertinggal dalam pembangunan ekonomi.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

8 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·