Tanah dan Bangunan Dilewati Jalur MRT Jakarta Siap-Siap Berubah Total

4 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Kehadiran transportasi publik berbasis kereta tidak hanya mengubah pola mobilitas masyarakat, tetapi juga bisa meningkatkan nilai ekonomi area di sekitar stasiun. Bahkan, gedung nan terhubung langsung dengan stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) dinilai mempunyai nilai properti dan daya tarik upaya nan lebih tinggi.

TOD Planning Department Head MRT Jakarta Sagita Devi mengatakan pembangunan MRT telah membuka kesempatan baru bagi pengembangan area melalui konsep Transit-Oriented Development (TOD), sehingga dapat menjadi pertumbuhan ekonomi.

"Dengan adanya sebuah pembangunan transportasi publik dia bisa menjadi katalis dari perkembangan ekonomi di sekitar stasiun. Kemudian juga bisa menjadi katalis dari perubahan lifestyle di dalam kota itu sendiri. Dan nan ketiga, dia juga bisa menjadi katalis adanya regenerasi urban di dalam kota," ujar Sagita dikutip Jumat (31/7/2026).

Selain meningkatkan nilai properti, pengembangan TOD juga diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi perkotaan melalui hadirnya pusat-pusat aktivitas baru. Kawasan stasiun tidak lagi hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, tetapi berkembang menjadi pusat perkantoran, perdagangan, kuliner, hingga ruang publik nan aktif.

Suasana aktivitas pekerja saat pengerjaan proyek MRT Fase 2A di Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Suasana aktivitas pekerja saat pengerjaan proyek MRT Fase 2A di Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Suasana aktivitas pekerja saat pengerjaan proyek MRT Fase 2A di Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Salah satu strateginya adalah membangun interkoneksi antara stasiun dengan gedung-gedung di sekitarnya. Langkah tersebut dinilai memberikan faedah tidak hanya bagi pengguna transportasi, tetapi juga bagi pemilik properti.

"Di sini dilihat gimana sih interkoneksi itu bisa meningkatkan value (harga) dari sebuah bangunan," katanya.

Blok M Plaza nan sekarang terhubung langsung dengan Stasiun Blok M menjadi contoh nyata. Setelah mempunyai akses langsung ke stasiun, aktivitas di pusat perbelanjaan tersebut meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna nan datang melalui MRT.

"Karena kan ya bisa dilihat mungkin Blok M Plaza dari sebelum terkoneksi dengan sekarang terkoneksi langsung dengan stasiun, ridership alias market value-nya meningkat," ujarnya.

Hal serupa juga terjadi di area Stasiun Lebak Bulus nan terhubung dengan Poins Square. Interkoneksi tersebut dinilai meningkatkan daya tarik area dan mendorong perubahan kegunaan komersial menjadi lebih hidup.

"Begitu juga dengan Poins Square, nan tadinya mungkin lebih banyak apa... market value-nya meningkat menjadi komersial nan lebih nyaman dan aman," kata Sagita.

Saat ini MRT Jakarta mendapat mandat mengelola sembilan area TOD di sepanjang jalur fase 1 dan fase 2. Dari jumlah tersebut, lima area telah mempunyai dasar izin nan lengkap, ialah Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M-ASEAN, Istora Mandiri, dan Dukuh Atas. Sementara Bundaran HI tengah dalam proses penetapan, sedangkan area Kota Tua, Setiabudi, dan Bendungan Hilir tetap menunggu penyelesaian regulasi.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya