Berbagai komponen mulai membahas masa transisi menuju tahap rehabilitasi dan pemulihan di Kampung Adat Ciptamulya melalui rapat koordinasi.(MI/BENNY BASTIANDY)
MASA tanggap darurat musibah kebakaran nan meludeskan puluhan rumah dan akomodasi lain di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berakhir, Jumat (31/7). Saat ini, pemerintah kabupaten mempersiapkan transisi menuju tahap rehabilitasi dan pemulihan.
Berbagai komponen mulai membahas masa transisi itu melalui rapat koordinasi. Pembahasan melibatkan unsur Forkopimcam Cisolok, BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah desa Sirnaresmi, serta relawan.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan berasas hasil pertimbangan bersama, sebagian besar parameter penanganan darurat sejauh ini telah terpenuhi. Atas dasar itu, Forkopimcam Cisolok mengusulkan agar status tanggap darurat tidak diperpanjang.
"Dari hasil rapat koordinasi, kami menyampaikan rekomendasi kepada BPBD Kabupaten Sukabumi agar status tanggap darurat dapat diakhiri. Sebanyak 27 parameter nan menjadi syarat pencabutan status tersebut telah terpenuhi," ujarnya, Jumat (31/7).
Namun, dia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemerintah wilayah melalui BPBD. Hasil rapat nan melibatkan beragam komponen bakal jadi bahan pembahasan pada rapat koordinasi tingkat kabupaten sebelum keputusan akhir ditetapkan.
PERKEMBANGAN POSITIF
Kondisi di letak pengungsian terus menunjukkan perkembangan positif. Sebagian besar tenda darurat telah dibongkar setelah banyak penduduk kembali ke rumah alias memilih tinggal berbareng kerabat.
Saat ini hanya tersisa 12 kepala family nan tetap menempati letak pengungsian. Pemerintah berbareng lembaga mengenai tetap melakukan pendampingan sekaligus menentukan langkah terbaik bagi para penyintas dengan mengedepankan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.
"Tenda pengungsian sebagian sudah dibongkar. Tinggal 12 kepala family nan tetap berada di lokasi. Kami bakal menentukan apakah mereka tetap di pengungsian sementara alias dipindahkan ke rumah kerabat dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka," jelas Okih.
Beberapa tenda darurat nan tetap berdiri juga bakal dimanfaatkan sebagai sarana aktivitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi masyarakat setempat selama proses pemulihan berlangsung. Pemerintah Kecamatan Cisolok memastikan proses penanganan pascabencana bakal tetap melangkah meski status tanggap darurat nantinya dicabut.
"Sekarang kami konsentrasi memulihkan kehidupan masyarakat terdampak, penyediaan jasa dasar, serta percepatan rehabilitasi agar aktivitas penduduk dapat kembali normal secepatnya," tandasnya.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·