Tanggapi Serius Karhutla Kalimantan, Malaysia Bawa Masalah Kabut Asap ke Mekanisme ASEAN

1 jam yang lalu 3
Tanggapi Serius Karhutla Kalimantan, Malaysia Bawa Masalah Kabut Asap ke Mekanisme ASEAN Kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak, Malaysia, memburuk, apalagi Serian masuk kategori sangat tidak sehat hingga ratusan sekolah kudu ditutup.(The Star)

MALAYSIA mendesak negara-negara personil ASEAN memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi kabut asap lintas pemisah setelah kualitas udara di sejumlah wilayah negara itu masuk kategori tidak sehat dipicu kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Desakan itu disampaikan ketika 11 wilayah di Sarawak dan Melaka mencatat indeks pencemaran udara (API) dalam kategori tidak sehat hingga pukul 08.00 waktu setempat, Sabtu (22/8), berasas sistem Air Pollutant Index Management System (APIMS).

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup mengatakan Malaysia tetap berkomitmen mewujudkan ASEAN bebas kabut asap pada 2030 melalui penerapan efektif ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP).

Kurup mengatakan Malaysia telah menyampaikan posisi tersebut melalui pesan resmi kepada Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn pada Jumat (21/8).

Distrik Serian di Sarawak mencatat API tertinggi di Malaysia, ialah 190, disusul Kuching 181, Samarahan 177, Sri Aman 174, Sarikei 172, Sibu 160, Bintulu 157, Samalaju 156, Mukah 156, Miri 152, dan Bukit Rambai di Melaka 140.

Dalam sistem API Malaysia, nomor 0-50 menunjukkan kualitas udara baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan lebih dari 300 masuk kategori berbahaya.

Data API diperbarui setiap jam berasas hasil pemantauan dari 68 stasiun pemantau kualitas udara di seluruh Malaysia.

Kurup mengatakan cuaca kering berkepanjangan di area selatan ASEAN telah meningkatkan jumlah titik panas dan aktivitas kabut asap. Kondisi tersebut berpotensi memburuk seiring perkiraan penguatan kejadian El Nino dalam beberapa bulan mendatang.

Menurut Kurup, polusi kabut asap lintas pemisah nan berasal dari kebakaran lahan dan rimba kudu ditangani berbareng melalui langkah pencegahan, kesiapsiagaan nasional, serta pemantauan berkepanjangan sesuai prinsip AATHP.

Ia meminta negara-negara ASEAN meningkatkan pemantauan wilayah berisiko tinggi, memperkuat pengawasan titik panas, menegakkan larangan pembakaran terbuka, dan memastikan kesiapan pemadaman kebakaran untuk mencegah penyebaran api.

Seblumnya, Komisaris Tinggi Malaysia untuk Brunei Datuk Mohd Aini Atan mengatakan kabut asap nan melanda sejumlah wilayah di area tersebut diperkirakan menjadi salah satu rumor nan dibahas Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah dalam pertemuan Malaysia-Brunei ALC-27.

Menurut dia, persoalan kabut asap saat ini menjadi perhatian berbareng bagi kedua negara.

Setidaknya 57 wilayah di Malaysia mencatat kualitas udara dalam kategori sedang. Tidak ada wilayah nan mencatat kualitas udara dalam kategori baik.

Kapit dan Johan Setia di Selangor mencatat API kategori sedang tertinggi, masing-masing 97. Selanjutnya, Shah Alam dan ILP Miri berada pada nomor 89, Sungai Petani dan Politeknik Kota Kinabalu 87, serta Tawau 84.

Minden di Penang dan Kuala Selangor masing-masing mencatat 83, Putrajaya 82, sedangkan Seberang Perai dan Seri Manjung berada pada nomor 81. (The Star/Bernama/B-3)

Selengkapnya