Tangis Haru Sambut Kepulangan 4 Prajurit AS yang Tewas dalam Perang Iran

3 jam yang lalu 5
Tangis Haru Sambut Kepulangan 4 Prajurit AS nan Tewas dalam Perang Iran Empat jenazah prajurit AS nan tewas dalam perang Iran dipulangkan ke Delaware. Presiden Donald Trump menyebut momen ini sebagai tugas terberatnya.(Secretary of War)

JENAZAH empat personil militer Amerika Serikat nan gugur dalam perang dengan Iran disambut dalam suasana hening dan penuh duka di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware. Presiden Donald Trump datang secara langsung berbareng family para korban untuk menyaksikan prosesi pemulangan tersebut.

Suasana hening saat pemindahan empat peti jenazah berbalut bendera AS dari pesawat kargo militer sempat diwarnai tangisan panik dari salah satu family korban. Momen pemindahan jenazah ke mobil jenazah tersebut berjalan selama nyaris 20 menit.

Sebelum lepas landas menuju Dover menggunakan pesawat Air Force One, Trump mengungkapkan beratnya menghadiri ritual tersebut.

"Bagi saya, ini salah satu perihal tersulit nan kudu dilakukan sebagai seorang presiden, tetapi kudu dilakukan," ujar Trump.

Empat prajurit nan gugur di Yordania dan Irak tersebut adalah Letnan Satu Tyler James Feehan, Sersan Staf Michael Emmanuel Swinton, Sersan Angel S. Rampersad, dan Prajurit Dua Isabella Gonzales. Berusia antara 19 hingga 25 tahun, mereka berasal dari beragam wilayah AS, mulai dari Hawaii, Carolina Utara, New York, hingga Texas.

Klaim Divergent Trump dan Penolakan Publik

Di tengah kepulangan para prajurit, Trump menyatakan bahwa bentrok nan telah berjalan lebih dari empat bulan ini tetap memenuhi apa nan disebut sebagai "Dover Test", sebuah pertimbangan tidak resmi untuk menilai apakah akibat suatu perang sepadan bagi rakyat Amerika.

Rakyat Amerika tidak menolak perang. Sebuah survei baru saja keluar. Rakyat Amerika tidak mau nilai bensin tinggi, tetapi mereka tidak menolak perang," tegasnya.

Namun, jajak pendapat Washington Post minggu lampau menunjukkan perihal sebaliknya. Sebanyak 68% penduduk Amerika menilai perang dengan Iran tidak sepadan untuk diperjuangkan, sementara hanya 28% nan mendukung. Angka ketidaksetujuan ini lebih tinggi dibandingkan support pada perang Irak maupun Afganistan.

Saat berbincang di sebuah aktivitas di Marietta, Georgia, Trump kembali mengungkapkan perasaannya setelah menghadiri pemulangan jenazah.

"Berdiri di sana menyaksikan pemandangan ini sangat, sangat susah untuk disaksikan. Jujur saja, sangat sulit. Saya pikir ini adalah perihal tersulit nan saya lakukan. Dari semua perihal nan saya kerjakan, saya pikir ini perihal paling berat," ujarnya.

Di sisi lain, Trump menegaskan bakal membalas kematian para prajurit tersebut dan menyatakan bahwa Iran kudu bayar nilai nan mahal. Kendati laporan internal militer dan saran pejabat Departemen Pertahanan mengingatkan tingginya akibat eskalasi, serangan udara AS terhadap posisi-posisi Iran sejauh ini tetap terus berlanjut. (CNN/Z-2)

Selengkapnya