Tangis Harus Guru Ngaji di Palembang Usai Rumahnya Dibedah Kapolri

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Tangis Harus Guru Ngaji di Palembang Usai Rumahnya Dibedah Kapolri Ilustrasi(Dok Istimewa)

SENYUM senang sekarang menghiasi wajah Ahmad Zaini (75), seorang pembimbing ngaji asal Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Rumahnya nan semula tidak layak huni dan nyaris ambruk, sekarang berdiri kokoh layaknya kediaman baru setelah tersentuh program bedah rumah dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Proses pengerjaan nan diinisiasi Kapolri melalui wadah Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI) tersebut melangkah sangat sigap dan dikebut secara maraton hanya dalam kurun waktu 10 hari.

"Alhamdulillah, terima kasih Pak Kapolri atas perhatian dan kepeduliannya nan luar biasa kepada saya sekeluarga," ungkap laki-laki nan berkawan disapa Zein, Senin (13/7/2026).

Zein menceritakan, dalam proses pembaharuan total tersebut, dirinya dilibatkan langsung oleh tim lapangan, mulai dari perencanaan hingga pemilihan bahan bangunan. Ia mengaku sempat terkejut saat mengetahui seluruh bahan material nan digunakan mempunyai spesifikasi premium.

"Saya diajak langsung oleh tim nan bedah rumah dan sempat kaget. Bahan nan dibeli untuk bedah rumah saya banyak nan kualitas nomor satu," tutur Zein.

Bagi pembimbing ngaji lansia ini, support dari orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut bak keajaiban nan tak pernah dia duga sebelumnya. Kebaikan ini diakuinya tidak bakal bisa dibalas oleh dia dan family selain dengan untaian angan terbaik.

"Bagi saya, Pak Listyo Sigit seperti malaikat. Kami sekeluarga hanya bisa mendoakan agar Bapak Kapolri senantiasa sehat sekeluarga dan selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin," ucap Zein dengan tulus.

Program bedah rumah ini menjadi bagian dari bentuk kepedulian sosial Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menghadirkan akibat nyata dan membantu meringankan beban hidup masyarakat prasejahtera di beragam daerah.(H-2)

Selengkapnya