Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo menilai Indonesia dan Thailand mempunyai banyak kesamaan pengalaman dalam bagian ekonomi dan bisnis. Kesamaan tersebut dinilai menjadi modal krusial untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara, termasuk mendorong peningkatan nilai perdagangan bilateral.
Hashim mengatakan hubungan jual beli Indonesia dan Thailand terus menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, kedua negara diperkirakan segera mencapai sasaran perdagangan bilateral sebesar US$ 20 miliar.
"Saya rasa kita semua menantikan penguatan kerja sama kita. Saya mendapat info dari nan Mulia Menteri Perdagangan Thailand, bahwa kita bakal segera mencapai sasaran berbareng sebesar US$ 20 miliar perdagangan. Semoga kita dapat melampauinya," ujarnya dalam aktivitas Indonesia-Thailand Business Forum di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Hashim mengenang krisis ekonomi Asia pada 1997 nan sempat mengguncang Indonesia dan Thailand. Menurutnya, bumi upaya di kedua negara pernah menghadapi tekanan berat, namun sukses memperkuat dan bangkit dari krisis.
"Dan kita memandang banyak dari mereka di sini hari ini. Perusahaan-perusahaan nan saya kenal, dari Bangkok Bank, tentu saja, Permata, Banpu, juga Charoen Pokphand, dan banyak lagi perusahaan Thailand lainnya nan telah memperkuat dan tangguh," katanya.
Hashim menilai kesamaan tantangan nan dihadapi Indonesia dan Thailand tidak hanya terjadi pada masa lalu. Belakangan, kedua negara juga merasakan akibat gejolak global, termasuk gangguan pasokan daya akibat penutupan Selat Hormuz nan sempat memicu kenaikan nilai daya dan komoditas.
"Kita berbagi nasib nan sama. Oleh lantaran itu, saya rasa ada lebih banyak dorongan bagi kita untuk bekerja-sama dan bekerja sama sehingga kita dapat melindungi diri kita dari guncangan eksternal," ujarnya.
Lebih lanjut, Hashim menegaskan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi nan menarik lantaran konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri nan bebas dan aktif. Menurut dia, posisi tersebut membikin Indonesia terbuka bagi penanammodal dari beragam negara.
"Kita menyambut semua perusahaan dari semua negara di seluruh bumi untuk berinvestasi... nyaris semua negara, nyaris semua negara. Namun kita menyambut perusahaan dari Rusia, kita menyambut perusahaan dan penanammodal dari Tiongkok, kita menyambut perusahaan Amerika, perusahaan Eropa, perusahaan Tiongkok, perusahaan Jepang, perusahaan Australia," ungkapnya.
Hashim juga menekankan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian upaya dan keamanan investasi bagi pelaku upaya global.
"Dan kami dapat meyakinkan semua penanammodal dan mitra jual beli bakal keandalan kami dan kebenaran bahwa investasi Anda aman. Investasi Anda kondusif dan bakal selamanya kondusif di Indonesia," tegasnya.
Menurut Hashim, Indonesia merupakan tempat nan kondusif untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnis. Pemerintah, kata dia, terus menjaga komitmen kepada penanammodal di beragam sektor, mulai dari industri ekstraktif, manufaktur, peralatan konsumsi, hingga sektor perbankan dan jasa keuangan.
"Saya berambisi kunjungan Anda di sini terus sukses, Perdana Menteri, para tamu terhormat, dan kami menantikan kerja sama lebih lanjut serta obrolan dan pertemuan lebih lanjut di masa depan," tutupnya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

52 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·