Tekan Angka Kecelakaan, Masyarakat Diminta tak Lawan Arus Lalu Lintas

13 jam yang lalu 5
Tekan Angka Kecelakaan, Masyarakat Diminta tak Lawan Arus Lalu Lintas Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Jasa Raharja memperkuat sinergi berbareng Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menekan nomor kecelakaan lampau lintas melalui pendekatan kolaboratif dan berorientasi pencegahan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi jejeran Direksi PT Jasa Raharja nan diterima langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Wibowo, di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa parameter utama keberhasilan Jasa Raharja tidak hanya terletak pada kecepatan penyaluran santunan, melainkan pada keahlian menekan nomor korban dan tingkat fatalitas kecelakaan di jalan raya.

"Santunan adalah corak kehadiran negara setelah kecelakaan terjadi, namun nan jauh lebih krusial adalah memastikan masyarakat selamat sehingga tidak perlu menerima santunan," ujar Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta.

Awaluddin menyoroti tetap maraknya perilaku berisiko di jalan raya, seperti pelanggaran melawan arus, nan kerap memicu kecelakaan fatal dan menakut-nakuti keselamatan pengguna jalan lain.

Awaluddin menambahkan, meskipun pelayanan santunan terus ditingkatkan melalui transformasi digital dan integrasi lintas instansi, tantangan terbesar nan tetap dihadapi adalah tetap tingginya jumlah korban kecelakaan lampau lintas nan sebagian besar dipicu oleh prilaku berisiko di jalan raya.

"Di Jasa Raharja kami selalu mengatakan bahwa parameter keberhasilan kami bukan hanya seberapa sigap santunan diberikan, tetapi gimana jumlah korban kecelakaan dan fatalitas dapat terus ditekan. Santunan adalah corak kehadiran negara setelah kecelakaan terjadi, namun nan jauh lebih krusial adalah memastikan masyarakat selamat sehingga tidak perlu menerima santunan," ujar Awaluddin. 

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Wibowo menegaskan bahwa setiap peristiwa kecelakaan lampau lintas nyaris dipastikan berasal dari adanya corak pelanggaran patokan berkendara.

"Setiap kecelakaan lampau lintas pasti didahului oleh sebuah pelanggaran. Bagi kami, kecelakaan lampau lintas bukan sebuah takdir. Ini adalah perihal nan sebetulnya bisa kita cegah dengan mengubah tata langkah mengemudi dan membangun etika berlalu lintas," kata Wibowo.

Selain pencegahan kecelakaan, kerjasama kedua lembaga diarahkan pada transformasi digital jasa Kesamsatan guna memudahkan masyarakat dalam melakukan registrasi kendaraan bermotor serta pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Wibowo menekankan bahwa penerapan teknologi di lingkungan Samsat kudu memberikan kemudahan konkret bagi masyarakat dan bukan sekadar memindahkan loket bentuk ke dalam aplikasi.Untuk mewujudkan ekosistem keselamatan nan berkelanjutan, Jasa Raharja dan Korlantas Polri berkomitmen memperkuat pemetaan titik rawan kecelakaan, mengoptimalkan Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL), serta memperluas edukasi keselamatan berkendara di seluruh Indonesia.

"Pemanfaatan transformasi digital ini bukan hanya sekadar memindahkan pelayanan dari loket ke sebuah aplikasi, tetapi kudu betul-betul dapat mempercepat penanganan pelayanan kepada masyarakat," katanya. (H-2)

Selengkapnya