Ilustrasi(magnifik)
KANKER prostat sekarang dapat ditangani dengan operasi robotik nan tidak memerlukan bedah terbuka dengan sayatan panjang.
Teknologi da Vinci Xi memungkinkan master melakukan prostatektomi radikal melalui sayatan kecil, apalagi dalam kasus tertentu dapat dilakukan hanya melalui satu sayatan.
Teknologi ini menjadi perhatian setelah Hospital Público Álvaro Cunqueiro di Vigo, Spanyol, sukses mengangkat tumor prostat menggunakan sistem da Vinci Xi melalui satu sayatan mini di bagian perut.
Operasi tersebut dilaporkan sebagai prosedur pionir lantaran seluruh instrumen robot dapat dimasukkan melalui satu bukaan dengan support port khusus.
Bukan Robot nan Mengoperasi Pasien
Meski menggunakan teknologi robotik, operasi tetap dikendalikan sepenuhnya oleh master bedah. Sistem da Vinci terdiri dari konsol untuk dokter, lengan robot nan membawa instrumen, serta kamera nan memberikan visualisasi area operasi.
Pada operasi prostat, master dapat mengendalikan instrumen berukuran mini untuk mengangkat kelenjar prostat nan terkena kanker.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa prostatektomi robotik merupakan pendekatan minimal invasif nan dapat membantu master melakukan operasi dengan lebih presisi dibandingkan prosedur terbuka.
Lebih Sedikit Sayatan, Pemulihan Berpotensi Lebih Cepat
Operasi robotik bermaksud mengurangi trauma terhadap jaringan tubuh. Mayo Clinic menyebut penggunaan pendekatan robotik dapat membikin operasi lebih minimal invasif dan membantu pasien menjalani pemulihan lebih cepat.
Dalam kasus di Vigo, penggunaan satu sayatan disebut dapat semakin mengurangi agresi pembedahan, nyeri setelah operasi, serta akibat infeksi.
Rumah sakit tersebut telah menggunakan da Vinci Xi sejak 2021 dan melakukan lebih dari 400 prosedur urologi dengan sistem tersebut.
Perkembangan serupa juga terlihat dalam teknologi single-port nan dikembangkan Mayo Clinic. Dengan metode ini, seluruh instrumen robotik dapat masuk melalui satu sayatan.
Mayo Clinic menyebut teknik tersebut berpotensi mengurangi rasa sakit dan memperpendek masa rawat inap.
Tetap Bukan Operasi Tanpa Risiko
Meski tidak memerlukan bedah terbuka, operasi dengan da Vinci Xi tetap merupakan prosedur pembedahan.
Tidak semua pasien kanker prostat otomatis menjadi kandidat operasi robotik. Pilihan terapi berjuntai pada kondisi kanker, apakah kanker tetap terbatas di prostat, kondisi kesehatan pasien, serta pertimbangan dokter.
Artinya, kehadiran da Vinci Xi bukan berfaedah kanker prostat dapat diobati tanpa operasi alias tanpa risiko.
Teknologi tersebut menjadi perangkat bantu master untuk melakukan tindakan secara lebih minimal invasif, dengan angan pasien mengalami trauma pembedahan nan lebih mini dan proses pemulihan nan lebih cepat.
Sumber: Mayo Clinic, Cadena SER









English (US) ·
Indonesian (ID) ·