Sembilan galaksi nan diabadikan oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb. Spektrumnya menunjukkan bahwa terdapat lebih banyak bintang berukuran relatif mini di galaksi-galaksi ini.(Cheng dkk. 2026)
TELESKOP Antariksa James Webb (JWST) milik NASA kembali mengukir sejarah baru dalam bumi astronomi. Teleskop canggih ini sukses menembus tabir debu tebal untuk mengungkap keberadaan populasi bintang nan selama ini tersembunyi di dalam galaksi-galaksi paling antik di alam semesta.
Penemuan ini memberikan petunjuk krusial bagi para astronom dalam memahami fase awal pembentukan galaksi serta perkembangan bintang-bintang generasi pertama nan lahir tak lama setelah peristiwa Big Bang.
Melalui keahlian pengamatan inframerah jarak dekat dan jauh nan sangat sensitif, JWST bisa mengidentifikasi kumpulan bintang nan sebelumnya tidak pernah terdeteksi oleh teleskop generasi mendahuluinya, seperti Teleskop Antariksa Hubble. Debu antarbintang nan pekat di galaksi purba kerap memblokir sinar tampak, sehingga menyembunyikan aktivitas pembentukan bintang di dalamnya dari jangkauan instrumen biasa.
Gumpalan debu kosmik tersebut menyerap sinar ultraviolet nan dipancarkan oleh bintang-bintang muda nan baru lahir. Namun, instrumen inframerah pada JWST sukses menangkap pancaran daya hangat nan menembus awan debu tersebut, mengonfirmasi keberadaan populasi bintang nan tengah berkembang pesat di pusat galaksi terpurba.
Pengamatan baru ini menantang sebagian dugaan intelektual mengenai seberapa sigap bintang dapat terbentuk di alam semesta muda. Data nan diperoleh menunjukkan bahwa proses pembentukan bintang pada masa awal kosmos berjalan jauh lebih masif dan efisien daripada nan diperkirakan dalam model kosmologi standar sebelumnya.
Penemuan bintang-bintang tersembunyi ini membuka babak baru bagi para peneliti untuk memetakan sejarah pertumbuhan galaksi secara lebih akurat. Para astronom sekarang mempunyai gambaran nan lebih utuh mengenai gimana galaksi-galaksi pertama di alam semesta tumbuh dari gumpalan gas sederhana menjadi struktur raksasa penuh bintang seperti nan kita amati saat ini. (Space/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·