Terhalang Kabut Pekat, Dua Pesawat kembali Gagal Mendarat di Bandara Jambi

51 menit yang lalu 3
Terhalang Kabut Pekat, Dua Pesawat kembali Gagal Mendarat di Bandara Jambi Ilustrasi(MI/Solmi)

SEMPAT berputar di udara gegara kabut asap pekat, dua pesawat rute Jakarta-Jambi, Selasa sore (25/8), kandas mendarat di Bandara Sultan Thaha Sayefuddin, Kota Jambi.

Kedua pesawat tersebut ialah Garuda Indonesia GA128 dan pesawat Citilink QG 966. Karena jarak pandang terlalu pendek dan berisiko buruk, kedua pesawat membawa ratusan penumpang tersebut terpaksa mengalihkan pendaratan ke airport terdekat, ialah Bandara Hang Nadim, Batam.

General Manager Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi Ardon Marbun membenarkan pengalihan pendaratan kedua pesawat tersebut kepada wartawan, Selasa petang. Penyebabnya lantaran kabut asap pekat menghalangi jarak pandang kondusif pilot kedua pesawat.

Ardon membenarkan, sebelum sang pilot memutuskan tidak melakukan pendaratan, pesawat Garuda GA 128 sempat berputar beberapa kali di atas langit Kota Jambi sekitar pukul 13.40 WIB. Lantaran kondisi jarak pandang nan tidak memungkinkan, pesawat Garuda akhirnya beranjak mendarak ke Bandara Hang Nadim Batam.

Kondisi serupa juga dialami oleh penerbangan Citilink QG 966 nan dijadwal mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi sekitar pukul 15.20 WIB. Setelah bermanuver beberapa kali memutar di langit Jambi nan diselimuti kabut asap pekat, sang pilot Citilink akhirnya memutuskan mendarat ke Bandara Sultan mahdmud badaruddin II Palembang, Sumatea Selatan.

Ardon menjelaskan, kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami penurunan sepanjang siang hingga sore hari. Terpapar kabut asap, jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha Jambi memendek fluktuatif, berkisar antara 800 meter hingga 1.500 meter.

Terganggunya pendaratan kedua pesawat tersebut, memengaruhi konektivitas udara dari dan menuju Jambi. Penumpang nan semestinya tiba di Bandara STS Jambi kudu mengikuti perubahan rute akibat kondisi di lapangan.(SL/E-4)

Selengkapnya