Ilustrasi(Magnific.com)
SEBUAH ledakan mengguncang restoran Balzi Rossi di pusat Kota Moskow, Rusia, pada Sabtu (1/8) malam waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan tiga orang dan menyebabkan 21 lainnya mengalami luka-luka. Komite Antiterorisme Nasional Rusia menyatakan ledakan itu merupakan tindakan pengeboman.
Berdasarkan laporan instansi buletin pemerintah Rusia TASS nan mengutip Direktorat Utama Kementerian Dalam Negeri Rusia, ledakan terjadi sekitar pukul 20 waktu setempat di area dekat teras luar restoran.
Restoran Balzi Rossi berada di lantai dasar salah satu gedung ikonik Seven Sisters di Lapangan Kudrinskaya, kompleks pencakar langit berhistoris nan dibangun pada era Josef Stalin pada 1950-an.
Dalam keterangannya, Komite Antiterorisme Nasional Rusia menyebut ledakan berasal dari sebuah perangkat peledak rakitan.
"Sebuah perangkat peledak rakitan meledak di sebuah restoran di Lapangan Kudrinskaya, Moskow, menewaskan tiga orang," kata komite tersebut dilansir AFP, Minggu (2/8).
Menurut pihak berwenang, tiga korban meninggal terdiri dari seorang wanita nan membawa perangkat peledak, seorang petugas keamanan nan berupaya menghentikannya, serta seorang pengguna restoran.
Komite menjelaskan bahwa wanita nan identitasnya tetap dirahasiakan diduga mencoba memasuki restoran sembari membawa paket nan diyakini berisi bahan peledak. Namun, bom tersebut meledak sebelum dia sukses masuk ke dalam bangunan.
Selain korban jiwa, sebanyak 21 orang mengalami luka dengan tingkat keparahan nan berbeda-beda dan telah mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, abdi negara Rusia belum mengungkap identitas wanita tersebut maupun motif di kembali aksinya. Pihak berkuasa juga tetap menyelidiki apakah ledakan itu dipicu secara sengaja oleh wanita tersebut alias melalui sistem lain.
Sementara itu, harian upaya Rusia Kommersant melaporkan interogator menduga peledak diaktifkan dari jarak jauh.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, wanita nan membawa paket tersebut diduga tidak mengetahui bahwa peralatan nan dibawanya merupakan bahan peledak.
Laporan itu juga menyebut sasaran utama serangan kemungkinan adalah para tamu nan menghadiri aktivitas makan malam privat di teras luar restoran. Acara tersebut diketahui dijaga dengan pengamanan ketat, nan diduga membantu membatasi jumlah korban.
Menurut Kommersant, peledak nan digunakan mempunyai kekuatan setara sekitar satu kilogram TNT dan dilengkapi bola-bola logam untuk meningkatkan daya rusaknya.
Sebelumnya, Kepolisian Moskow mengonfirmasi kepada instansi buletin RIA Novosti bahwa tim interogator dan mahir forensik telah diterjunkan ke letak untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Tak lama setelah ledakan, abdi negara kepolisian, petugas pemadam kebakaran, ambulans, serta tim jasa darurat lainnya langsung memenuhi area Presnensky nan berada di sepanjang Jalan Lingkar Garden Ring.
Foto-foto nan beredar di sejumlah kanal Telegram Rusia memperlihatkan kendaraan pemadam kebakaran dan ambulans berada di depan restoran nan menjadi letak kejadian.
Saat ledakan berlangsung, restoran diketahui tidak melayani visitor umum lantaran tengah digunakan untuk aktivitas jamuan makan privat, sebagaimana tercantum dalam info resmi restoran.
Koki Balzi Rossi, Carmine Alfieri, menyampaikan bahwa seluruh staf restoran berada dalam kondisi selamat.
"Kami semua baik-baik saja, dan restoran serta dapur kami dalam kondisi sempurna. Hanya ada sedikit masalah di pintu masuk restoran," tulis Alfieri melalui IG tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Rusia dalam beberapa tahun terakhir berulang kali menghadapi serangan nan melibatkan bahan peledak, terutama sejak dimulainya perang dengan Ukraina pada 2022.
Dinas intelijen Ukraina pernah mengaku bertanggung jawab alias dituduh berada di kembali sejumlah serangan nan menyasar pejabat militer Rusia serta tokoh-tokoh nan mendukung perang.
Di antaranya adalah pembunuhan Jenderal Yaroslav Moskalik dalam ledakan peledak mobil pada April 2025 nan oleh Rusia dituduhkan kepada Ukraina.
Sebelumnya, pada Agustus 2022, Darya Dugina, putri filsuf nasionalis Rusia Alexander Dugin, tewas akibat ledakan peledak mobil di dekat Moskow. Banyak pihak meyakini bahwa sasaran utama serangan tersebut sebenarnya adalah ayahnya.
Pada April 2023, blogger militer pro-Kremlin Vladlen Tatarsky, nan berjulukan original Maxim Fomin, juga tewas setelah sebuah patung mini nan diterimanya meledak saat berada di sebuah kafe di Saint Petersburg.
Kemudian pada Desember 2024, Jenderal Igor Kirillov, kepala bagian senjata kimia Angkatan Darat Rusia, beserta asistennya tewas akibat ledakan peledak nan dipasang pada sebuah skuter di luar kompleks apartemennya di Moskow.
Sementara itu, penulis nasionalis pro-Kremlin Zakhar Prilepin mengalami luka serius dalam ledakan mobil pada Mei 2023 di dekat Kota Nizhny Novgorod, nan juga menewaskan satu orang lainnya.(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·