Terungkap! Trump Pernah Murka dan Cap Netanyahu Penipu

10 jam yang lalu 4
Terungkap! Trump Pernah Murka dan Cap Netanyahu Penipu PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan Benjamin Netanyahu,(Dok. AFP/Saul Loeb)

SEBUAH kitab terbaru mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pernah melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hingga menyebutnya sebagai penipu. Pernyataan itu disebut disampaikan pada awal masa kedudukan kedua Trump ketika keduanya berbeda pandangan mengenai rencana serangan terhadap Iran.

Informasi tersebut diungkap dalam buku Regime Change karya wartawan The New York Times, Maggie Haberman. Cuplikan kitab nan dipublikasikan CNN pada 19 Juni menggambarkan ketegangan hubungan Trump dan Netanyahu pada bulan-bulan pertama Trump kembali menjabat sebagai presiden.

Menurut Haberman, Netanyahu saat itu berupaya meyakinkan Trump agar Amerika Serikat berasosiasi dalam operasi militer terhadap Iran. Namun, Trump menolak usulan tersebut dan mengungkapkan kekesalannya kepada salah satu penasihatnya.

Dalam kitab itu disebutkan bahwa Trump menyebut Netanyahu sebagai seorang penipu, istilah nan digambarkan penulis sebagai salah satu corak penghinaan paling keras dalam kosakata politik Trump.

Sikap Trump nan saat itu menolak perang dengan Iran juga disampaikan kepada komentator politik Tucker Carlson. Menurut kitab tersebut, Carlson memperingatkan bahwa bentrok dengan Iran bisa menjadi satu-satunya perihal nan bisa menghancurkan kepemimpinan Trump.

Meski demikian, sikap Trump kemudian berubah. Pada Februari, dia menggelar pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih berbareng Netanyahu serta sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pertemuan itu, Netanyahu memaparkan argumen Israel menginginkan operasi militer terhadap Iran. Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, Trump akhirnya mengubah pendiriannya dan menyetujui keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik.

Haberman juga mengungkap pandangan Trump mengenai operasi sabotase terhadap perangkat komunikasi pager milik Hizbullah di Libanon nan terjadi pada September 2024.

Menurut kitab tersebut, Trump menceritakan kejadian itu kepada Elon Musk dan Tucker Carlson saat berada di Oval Office. Ia menggambarkan secara rinci akibat ledakan nan menyebabkan korban mengalami luka sangat parah.

Penulis menyebut Trump berulang kali mengatakan, ini mengerikan, ini mengerikan ketika membahas kejadian tersebut. Di saat nan sama, dia juga mengaku kagum terhadap efektivitas operasi itu, meskipun menilai serangan tersebut dilakukan secara luas tanpa pandang bulu dan mengandung unsur kecerobohan di ruang publik.  (CNN/H-3)

Selengkapnya