Pemadaman karhutla seluas 10 hektare di Kubar.(Dok Humas Polda Kaltim)
TIM campuran bekerja keras memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan melanda area belukar dan gambut kering di Kampung Sentalar, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur. Luas area nan terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare.
Kapolres Kubar Ajun Komisaris Besar Haris Kurniawan, melalui Kapolsek Damai Ipda Gery Purnomo, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/8) sekitar pukul 15.00 Wita. Begitu menerima laporan, personel campuran langsung dikerahkan ke letak untuk melakukan penanganan cepat.
Tim campuran tersebut terdiri dari personel Polsek Damai, Koramil Damai, Tim Pemadam Kebakaran Kecamatan Nyuatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubar, serta dibantu penduduk setempat.
"Tim campuran tiba di letak sekitar pukul 15.30 dan langsung melakukan pemadaman. Langkah sigap dilakukan untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke area nan lebih luas," ujar Ipda Gery Purnomo, Rabu (19/8).
Dalam operasi ini, sejumlah sarana pendukung dikerahkan, mulai dari dua kendaraan roda dua, satu unit Hilux Damkar Kecamatan Nyuatan, dua unit Hilux BPBD Kubar, satu kendaraan roda enam milik BPBD, hingga tiga kendaraan roda empat milik masyarakat nan telah dimodifikasi dengan baby tank.
Tantangan Lahan Gambut
Petugas di lapangan menghadapi tantangan berat lantaran sebagian lahan nan terbakar merupakan area gambut. Karakteristik gambut membikin api mudah menjalar melalui material kering dan akar di bawah permukaan tanah, sehingga menimbulkan asap tebal.
"Selain vegetasi kering, keberadaan akar gambut dan tumpukan daun kering meningkatkan akibat munculnya titik api baru. Petugas tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga memantau area terdampak secara intensif," tambahnya.
Guna mempercepat penanganan dan pencegahan, Polsek Damai terus berkoordinasi dengan pemerintah kampung, BPBD Kubar, Koramil Damai, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Damai.
Imbauan kepada Masyarakat
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca panas nan meningkatkan potensi lahan kering. Warga diminta tegas untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, baik untuk membuka maupun membersihkan lahan.
"Kami meminta penduduk segera melapor jika menemukan titik api alias asap agar dapat ditangani sedini mungkin. Personel campuran tetap terus memantau letak untuk memastikan tidak ada titik api nan berpotensi memicu kebakaran kembali," pungkas Ipda Gery.
Hingga saat ini, Polsek Damai berbareng unsur mengenai tetap melakukan pemantauan di sejumlah wilayah rawan Karhutla sebagai langkah antisipasi guna memastikan situasi tetap kondusif dan terkendali. (I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·