TIM SAR Gabungan mengintensifkan operasi pemindahan medis dan penyisiran di empat kabupaten terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (20/8).(Dok. Istimewa)
TIM SAR Gabungan mengintensifkan operasi pemindahan medis dan penyisiran di empat kabupaten terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (20/8). Langkah ini diambil menyusul terjadinya gempa susulan nan mengguncang wilayah tersebut.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S, menyatakan bahwa operasi saat ini difokuskan pada empat wilayah utama, ialah Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, dan Nagekeo. Fokus utama petugas adalah memastikan kondisi penduduk di lapangan serta mengevakuasi golongan rentan nan memerlukan penanganan segera.
Evakuasi Kelompok Rentan
Dalam operasi nan berlangsung, tim di lapangan sukses mengevakuasi seorang lansia dari Posko Mandiri di Ronting, Manggarai Timur, menuju Posko Polisi untuk mendapatkan perlindungan nan lebih memadai. Selain itu, seorang ibu mengandung juga dievakuasi ke Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan di Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, guna mendapatkan perawatan medis intensif.
Aksi sigap ini dilakukan setelah gempa susulan bermagnitudo 5,7 mengguncang pada pukul 09.47 WIB alias 10.47 WITA. Berdasarkan info nan dihimpun, berikut adalah perincian parameter gempa nan memicu peningkatan status siaga SAR:
| Magnitudo | 5,7 (Susulan) |
| Waktu Kejadian | Kamis, 20 Agustus, 09.47 WIB |
| Pusat Gempa | Darat, 36 km Timur Laut Ruteng, Manggarai |
| Kedalaman | 10 Kilometer |
| Koordinat | 8,33° LS - 120,64° BT |
| Potensi Tsunami | Tidak Berpotensi Tsunami |
Kesiapsiagaan Personel
Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menegaskan bahwa seluruh unsur SAR tetap dalam posisi siaga penuh, terutama setelah adanya gempa susulan lain nan sempat mencapai magnitudo 6,0. Pihaknya terus melakukan pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat berbareng BPBD serta pemerintah wilayah setempat.
“Operasi SAR terus kami fokuskan pada penyisiran di wilayah terdampak, pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat berbareng BPBD serta pemerintah daerah, sekaligus memastikan kesiapan pemindahan medis bagi penduduk nan membutuhkan,” ujar Yudhi.
Selain penyisiran fisik, Tim SAR memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan Posko Kesehatan Kemenkes untuk mempercepat respons terhadap penduduk nan mengalami gangguan kesehatan alias cedera akibat dampak gempa. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan lainnya. (MM/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·